Rencana pembangunan jalan alternatif Pandu-Pasteur mandek


Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung berencana membangun proyek pelebaran jalan alternatif dari Jalan Pandu ke Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) pada tahun ini. Namun proyek pelebaran jalan yang melewati tempat pemakaman umum (TPU) Kristen Pandu di Jalan Pandu ini hingga saat masih mandek lantaran terkendala pemindahan makam.
Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung mencatat setidaknya ada 700 makam di (TPU) Kristen Pandu yang harus direlokasi. Dari 700 makam yang direlokasi, Diskamtam baru menyosialisasikan kepada 300 ahli waris.
Kadiskamtam Arief Prasetya mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan persiapan administrasi. Pihaknya mengaku akan melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait.
"Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dulu dengan beberapa dinas yang terlibat. Kemungkinan minggu depan," ujar Arief kepada Merdeka Bandung saat ditemui di kantornya, Jalan Pandu, Rabu (27/1)
Arief mengatakan pihaknya baru mensosialisasikan rencana relokasi kepada 300 ahli waris. Namun dia menargetkan sosialisasi kepada ahli waris dapat terealisasi seluruhnya pada bulan Maret.
"Nanti juga bakal ada pendataan yang dipindahkan mau kapan, bagian kapan. Mereka pun belum memutuskan akan direlokasi ke TPU Cikadut atau di kremasi. Nanti yang sisa ahli waris dengan yang sudah disosialisasi akan dikumpulkan lagi untuk menentukan pilihan," ucap Arief.
Arief mengaku sejauh ini pihaknya tidak mendapat penolakan dari ahli waris terkait relokasi makam. Sebagian dari ahli waris yang telah mendapatkan sosialisasi banyak yang menanti kepastian pelaksanaan relokasi.
"Mereka bayak yang menanyakan kapan-kapannya bakal dilakukan. Tapi saya bilang sabar, soalnya butuh proses," pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemkot Bandung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan akan membuat jalan alternatif dari Jalan Pandu ke Jalan Pasteur melewati kawasan pemakaman TPU Kristen Pandu. Jalan alternatif ini memiliki panjang jalan 509 meter, lebar 7 meter serta trotoar 5 meter. Dengan adanya jalan alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak