35 Kendaraan kena razia karena tak miliki tempat sampah


Ilustrasi kendaraan
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung kembali menggiatkan razia tempat sampah terhadap kendaraan roda empat. Tercatat sebanyak 35 kendaraan terkena razia oleh petugas Satpol PP lantaran tidak memiliki tempat sampah di dalam kendaraan.
Dalam razia yang digelar di pintu gerbang Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana tersebut, petugas Satpol PP menghentikan setiap kendaraan masuk ke lingkungan Balaikota. Petugas meminta pemilik kendaraan untuk membuka kaca jendela untuk memperlihatkan tempat sampah.
Jika pemilik kendaraan mampu menunjukan tempat sampah, petugas mempersilakan pemilik kendaraan untuk kembali jalan. Namun jika tidak mampu menunjukan tempat sampah, pemilik kendaraan dipersilakan untuk turun dari kendaraan menuju meja penyidik yang telah dipersiapkan.
Kasatpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto menuturkan razia ini dilakukan sebagai bagian dari penegakan Perda No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Dalam razia ini ada 35 kendaraan yang tidak memiliki tempat sampah di dalam mobil
"Total ada 35 pelanggar. Sebanyak 11 pelanggar langsung membayar biaya paksa sebesar Rp 250.000, sementara sisanya akan menjalani ke sidang Tipiring," ujar Eddy kepada Merdeka Bandung, Rabu (27/1)
Eddy menuturkan, pihak penyidik memberikan pilihan kepada pelanggar, apakah langsung membayar biaya paksa sebesar Rp 250 ribu atau mengikuti sidang tipiring (tindak pidana ringan). Jika warga yang memilih menjalani sidang tipiring, nantinya akan disidang di Pengadilan Negeri Bandung setiap hari Jumat.
"Kalau tipiring nanti hakim yang memutuskan besaran dendanya," katanya.
Eddy mengungkapkan razia ini juga dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan. Terlebih lagi Kota Bandung baru saja mendapatkan piala Adipura pada tahun ini.
"Karena kan sampah yang dibuang dari mobil ini juga menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah di jalan-jalan. Untuk itu setiap kendaran wajib memiliki tempat sampah di dalam mobil. Apalagi Kota Bandung baru mendapatkan Adipura, jadi masyarakat harus semakin sadar untuk tidak membuang sampah," ucap Eddy.
Menurut Eddy, dari hasil evaluasi yang dilakukan, sudah terlihat progres yang menggembirakan dengan meningkatnya kesadaran dari warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Dari razia dan sosialisasi yang dilakukan sudah mulai ada dampak keikutsertaan warga untuk tidak membuang sampah. Masyarakat juga sudah memiliki tempat sampah di dalam kendaraannya," katanya.
Setelah menggelar di kantor pemerintahan, razia serupa juga akan dilakukan di kantor-kantor swasta. "Setelah kantor pemerintahan kemudian kami akan kerjasama dengan pihak swasta. Kami lakukan secara bertahap," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak