Sebanyak 192 mantan Jemaat Gafatar ditampung di Dinsos Jabar


Bandung.merdeka.com - Sebanyak 192 orang jemaat Gafatar‎ tiba di Balai Pemberdayaan dan Pembinaan Remaja, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat dari Kalimantan Barat. Dengan menggunakan empat bus, mereka tiba di balai yang terletak di Kota Cimahi sekira pukul 17.30 WIB.
Kepala Bidang ‎Pemberdayaan Sosial Dinsos Jawa Barat, Tatang Subarna mengatakan untuk langkah awal para jemaat Gafatar tersebut akan ditampung dan diberikan pembinaan.
"Jumlah kloter pertama di sini jumlahnya ada 192 orang. Sesuai dengan pesan Gubernur, mereka ‎harus diterima dengan manusiawi dan menerima dengan sebaik mungkin. Untuk langkah awal kami akan menampung dan memberikan pembinaan selama lima sampai tujuh hari," kata Tatang, Selasa (26/1).
‎Dia mengatakan, pihak pemerintah akan memberikan beberapa fasilitas selama ditampung di Balai tersebut. Sementara apabila terdapat jemaat Gafatar yang bukan warga Jawa Barat, kata dia, akan didata dan dikembalikan ke daerah asalnya.
‎"Mereka yang bukan warga Jabar, sementara kita menampung dulu. Sekarang belum tahu yang bukan warga Jabar,karena jumlahnya bertambah terus. Pembinaannya sesuai jadwal soal Agama, Sosial, dan wawasan Kebangsaan. Lalu trauma healing, konseling, dan kita libatkan perkerja sosial," jelas Tatang.
Tatang mengatakan Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) ini mampu menampung sebanyak 250 orang. "Ini ada tiga balai, bisa menampung 250 orang. Menurut informasi untuk Jawa Barat kurang lebih 400 orang. Kalau ini kloter pertama jumlahnya 192 orang," kata Tatang.
‎Menurut Tatang, setelah dilakukan pendataan, para eks Jamaat Gafatar akan ditempatkan di cottage atau wisma yang berada di Balai tersebut. Selain itu, pihaknya akan memberikan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian.
‎"Kami sudah merencanakan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makan, pakaian, pampers, kebutuhan bayi, dan sebagainya kami siapkan. Itu sesuai dengan pesan Gubernur‎ (Jawa Barat)". ujarnya.
Untuk menjaga keamanan, kata Tatang, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan semua elemen masyarakat. ‎"Kami kordinasi dengan pihak keamanan, ikut membantu kepada kita. Tapi terjadi bencana sosial ini bukan hanya pemerintah, tapi semua elemen harus membantu," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak