Fenomena selfie picu maraknya penjualan satwa liar dilindungi


Perburuan satwa lindung
Bandung.merdeka.com - Angka perdagangan satwa liar dilindungi di Jawa Barat (Jabar) cukup tinggi. Dalam perdagangan tersebut, Jawa Barat bukan sebagai supplier tetapi sebagai konsumen.
"Demand-nya terbesar untuk satwa liar dilindungi. Banyak orang di Jabar yang tertarik memelihara satwa liar. Suppliernya dari Jatim dan luar Jawa," kata Perwakilan Profauna Jawa Barat Rinda Aunillah Sirait, saat berbincang di Bandung.
Tingginya permintaan tersebut berdasarkan pengamatan Profauna Jawa Barat secara online, baik di situs internet maupun media sosial. Salah satu pemicu maraknya perdagangan online adalah fenomena selfie dengan satwa liar.
"Foto Path dengan primata berujung pada perburuan primata yang massif di habitatnya," katanya.
Menurut dia, fenomena selfie dengan satwa liar dilindungi terjadi karena minimnya edukasi. Bahwa memiliki atau memelihara satwa liar seperti primata sebenarnya melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tntang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
"Memperdagangkan atau memiliki satwa liar terancam penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," katanya.
Maraknya jual beli satwa liar khususnya primata seiring maraknya komunitas pecinta satwa liar. Komunitas ini terbentuk oleh maraknya perdagangan online.
"Ada perubahan orang memiliki satwa liar. Kalau dulu dirawat di rumah, dikandangi bersama satwa lain seperti elang, macan. Nah ke sininya dengan meningkatnya perdagangan online satwa liar jadi makin populer, mereka dipiara oleh anak muda," terangnya.
Penjualan online misalnya dilakukan via Facebook, sempat juga via toko online seperti Kaskus dan Toko Bagus. Belakangan Kaskus dan Toko Bagus melakukan perjanjian dengan Profauna untuk melaporkan perdagangan satwa liar.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak