Satpol PP jaring 10 PSK di Bandung


Bandung.merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Bandung menjaring 10 wanita tuna susila (wts) saat menggelar operasi penyakit masyarakat pada Selasa (26/1) dinihari. Para WTS yang terjaring selanjutnya langsung dibawa ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon untuk diberikan pembinaan.
Kepala Seksi Penyidik dan Penyelidikan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada mengatakan, pihaknya menerjunkan puluhan anggota untuk menyisir sejumlah lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal para WTS. Adapun lokasi yang disisir oleh petugas di antaranya Stasiun Bandung, Jalan Kebon Jati, Otto Iskandardinata, Moch. Toha, Suniaraja dan Tegalega.
"Dari lokasi tersebut kami menjaring 10 PSK. Lokasi itu memang menjadi target kami selama ini, karena berdasarkan informasi, di sana mereka sering muncul," ujar Mujahid kepada Merdeka Bandung, Selasa (26/1).
Menurut Mujahid selain menjaring WTS, petugas juga turut menjaring tiga orang pria yang diduga mucikari. Ketiganya ikut diamankan oleh petugas Satpol PP.
Mujahid mengungkapkan, operasi pekat ini sebagai bagian dari penegakan Perda No 11 Tahun 2005 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3). Para WTS yang terjaring langsung dibawa ke Panti Rehabilitasi di Palimanan Cirebon.
"Jadi tidak lagi mengikuti sidang tipiring tetapi langsung kami bawa ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon," katanya.
Mujahid menambahkan, upaya penjaringan terhadap para WTSÂ akan terus dilakukan. Hal ini sebagai bagian untuk menekan penyakit masyarakat di Kota Bandung.
"Tentunya monitoring akan terus dilakukan. Kami akan menyisir kembali titik-titik di mana biasa mereka mangkal. Jadi tidak akan berhenti sampai di sini," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak