Cegah penyebaran gerakan LGBT di kalangan anak-anak

Ilustrasi LGBT
Bandung.merdeka.com - Propaganda yang dilakukan gerakan LGBT (Lesbian, Gay/homo, Bisexsual) kini semakin mengkhawatirkan dengan adanya gerakan kampanye komunitas gay yang dilakukan di dunia maya. Lewat salah satu akun Twitter, komunitas ini menyebarkan sejumlah gambar maupun video berisi adegan tidak senonoh.
Perilaku menyimpang tersebut kini tak lagi menyasar kalangan dewasa, tetapi kalangan anak-anak. Sebab para pelakunya kebanyakan anak yang masih berada di usia sekolah.
Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bandung langsung merespon terkait adanya temuan tersebut. Adanya kasus tersebut harus segera menjadi perhatian pemerintah.
"Pemerintah harus turun tangan dalam melakukan upaya pencegahan terkait penyebaran Gerakan LGBT," ujar Ketua KPAD Kota Bandung, Andri Mochammad saat ditemui di Jalan Riau, Kota Bandung, Senin (25/1).
Menurut Andri, kemunculan gerakan propaganda tersebut sangat mengkhawatirkan. Sebab keberadaannya dianggap mengancam anak-anak.
Menurut Andri di Kota Bandung sendiri, pihaknya belum menemukan terkait kasus tersebut. Namun dirinya mewanti-wanti khususnya kepada orang tua bahwa adanya temuan kasus tersebut harus menjadi perhatian semua pihak.
"Kalau aduan langsung kasus penyimpangan seks terhadap anak memang belum ditemukan saat ini. Saat ini paling temuan penyimpangan yang dilakukan orang dewasa, tapi ini juga harus jadi perhatian semua pihak," ucapnya.
Andri mengungkapkan, salah satu upaya yang bisa ditempuh pemerintah yakni melalui penyuluhan dan pembekalan pengetahuan keagamaan. Dengan pengetahuan agama diharapkan dapat membentengi perilaku anak untuk menangkal perilaku-perilaku menyimpang.
"Pembekalan pengatahuan agama untuk membentengi perilaku anak dan yang paling penting peran keluarga untuk pencegahan dini. Sebab, lingkungan keluarga menjadi tempat pendidikan pertama anak dalam mempelajari berbagai hal," kata dia.
Selain itu lanjut Andri, pihak sekolah serta masyarakat harus bersinergi untuk mencegah semakin berkembangnya perilaku ini. Sehingga tidak akan terjadi kasus serupa di masa mendatang.
"Pihak sekolah harus turut terlibat mengawasi, begitu juga organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ya semua harus bersinergi, termasuk mengoptimalkan peran TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Dinas Sosial yang bekerjasama dengan masyarakat untuk membuat forum pengawasan," jelasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak