Bulan depan Kota Bandung terapkan kantong plastik berbayar


Ilustrasi sampah kantong plastik
Bandung.merdeka.com - Untuk menekan sampah plastik yang belum terkendali, Pemerintah Kota Bandung akan melarang penggunaan kantong plastik pada 21 Februari 2016 mendatang. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Teti Mulyawati, mengatakan hal itu bertujuan untuk menegakkan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2012 tentang pelarangan ‎penggunaan kantong plastik.
Teti Mulyawati menambahkan, saat ini di Kota Bandung setidaknya ada 7.500 kantong plastik berakhir di tempat sampah setiap harinya, atau perhitungan setiap orang menggunakan tiga kantong plastik per hari. Kondisi itu dinilainya cukup mengkhawatirkan jika terus berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
"Atas dasar Perda Kota Bandung kini menjadi pilot project untuk kantong plastik berbayar. Data yang kita dapat, pengguna kantong plastik mencapai 7.500 dengan perhitungan setiap orang menggunakan tiga kantong plastik per hari dikalikan jumlah penduduk sebanyak 2,5 juta orang," kata Teti, Selasa (19/1).
Dengan aturan itu, Teti berharap bisa menekan volume sampah di Kota Bandung. Saat ini, volume sampah di Kota Bandung per harinya mencapai 1.500 ton. Bahkan, pihaknya akan menyosialisasikan kantong plastik berbayar di 800 lebih perusahaan ritel waralaba di Kota Bandung. Saat ini beberapa perusahaan ritel sudah menerapkan peraturan itu sejak 2015.
Selain inovasi pelastik berbayar, BPLH pun menerima setiap usulan inovasi dari masyarakat umum untuk terus menekan jumlah volume sampah per harinya di Kota Bandung. Salah satunya yang sudah dibuat okeh BPLH Kota Bandung, yakni kantong yang terbuat dari serat singkong dan kulit pisang.
"Saat ini kita sedang menunggu ketuk palu APBD 2016 mengenai nominal yang akan ditetapkan nanti untuk kantong plastik berbayar. Tapi yang pasti 21 Februari nanti kita akan uji coba di Circle K dulu di Bandung," ucapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak