Ini ancaman Ridwan Kamil kepada pejabat yang tak bisa kejar target


Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil resmi melantik sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Bandung pada Rabu (13/1) ini. Dari 15 jabatan yang dirotasi, ada 12 posisi yang sudah diisi secara resmi.
Ridwan Kamil berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar bekerja sesuai dengan target yang diberikan. Dia mengaku tidak akan segan-segan memecat pejabat, jika tidak sesuai dengan target.
"Dalam tiga bulan jangan kaget kalau ada breaking news saya memberhentikan mereka yang tidak bisa kejar target," ujar Ridwan kepada wartawan yang ditemui usai pelantikan yang digelar di Gedung Srbaguna, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (13/1).
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku, dirinya sudah memberikan tenggat waktu selama dua tahun kepada para pejabat untuk memperbaiki kinerjanya.
"Karena sudah diberi waktu dua tahun untuk berlari, menyamakan kecepatan dengan wali kota. Kalau tidak bisa ya minggir saja," ucap Emil.
Emil mengungkapkan setidaknya ada tiga poin yang dia tekankan kepada para pejabat di lingkungan Pemkot Bandung. Adapun ketiga poin tersebut yakni integritas, melayani masyarakat dan inovatif.
Untuk poin integritas, Emil meminta kepada para pejabat untuk selalu menjaga integritasnya. Termasuk menjauhi perilaku yang koruptif
"Jangan main-main dengan urusan integritas seperti menerima gratifikasi atau mencari nafkah tidak pada haknya. Jika diketahui merusak integritas, jangan kaget pemberhentian bisa dilakukan kapan saja," kata Emil.
Selain itu, lanjut Emil, pejabat yang terpilih juga harus menjadi seorang pelayan masyarakat. Jangan merasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan.
"Jangan hanya bekerja secukupnya, tetapi harus menjadi orang yang memberikan pelayanan maksimal dan lebih dari yang diharapkan," terang Emil
Selain itu, seorang pejebat dituntut untuk selalu inovatif. Artinya seorang pejabat yang selalu melahirkan gagasan-gagasan baru.
"Jadi bukan pejabat yang hanya minta restu, petunjuk, arahan, tetapi harus inovatif. Sosok yang selalu mencari gagasan sendiri, berinovasi sendiri. Mengajukan gagasan kepada pimpinan. Jadi Saya butuh pejabat yang punya gagasan inovasi, ketimbang yang minta arahan dan petunjuk dari pimpinan," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak