Setelah Tahun Baru harga ayam di Bandung justru makin naik


Harga ayam di Bandung naik
Bandung.merdeka.com - Harga ayam biasanya melonjak menjelang hari raya keagamaan atau tahun baru. Namun kini harga ayam terus bertengger di harga tertinggi sejak Tahun Baru lalu. Harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Kosambi, Bandung, Dadang Hermawan (30), mengaku kecewa dengan harga ayam yang tidak bersahabat bagi pedagang maupun pembeli.
Menurut dia, setelah Natal dan sebelum Tahun Baru harga ayam terus merangkak mulai Rp 25 ribu, Rp 28 ribu, sampai Rp 30 ribu per kilogramnya. Kini harganya makin tak terkendali mencapai mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya.
"Normalnya di bawah Rp 30 ribu per kilogramnya. Sebelum Tahun Baru sudah mulai naik. Tapi setelah Tahun Baru malah makin naik," ujar Dadang, Rabu (13/1).
Pria yang sudah 10 tahun jualan ayam tersebut mengaku, harga ayam Rp 40 ribu per kilogramnya merupakan harga tertinggi selama dia jualan ayam di pasar salah satu pasar tertua di Bandung itu.
"Pernah mencapai hampir Rp 40 ribu per kilogramnya Idul Fitri lalu, tapi kan itu hari raya wajar. Kalau sekarang kan hari biasa, tidak ada hari raya, harusnya harga normal," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga terjadi karena kurangnya pasokan ayam dari bandar ke pedagang. Dadang sendiri yang biasanya mendapatkan pasokan 60 kilogram per hari, kini berkurang menjadi hanya 30 kilogram.
Dengan kondisi itu, penjualan juga tersendat. Pembeli jadi memilih komoditas lain pengganti ayam daripada membeli ayam dengan harga mahal. "Apalagi daya beli masyarakat mungkin menurun. Jadi mereka pilih tidak beli ayam," ujarnya.
Begitu juga dengan rumah-rumah makan yang biasa menjadi langganan, kata dia, mereka memilih tidak membeli ayam. "Misalnya warteg, kalau beli ayam Rp 40 ribu per kilogramnya, mau dijual lagi berapa ke konsumen?" ujarnya.
Para pelanggan, sambung dia, juga tidak mungkin beralih ke telur ayam. Sebab harga telur dan ayam sama-sama mahal. "Kalau ayam naik harga telur juga pasti naik," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak