'Celetukan' Ridwan Kamil bangga pada Kota Bandung

user
Mohammad Taufik 30 Desember 2015, 08:46 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sebagai Wali Kota Bandung, wajar bila kemudian Ridwan Kamil begitu bangga dengan kotanya. Dalam beberapa kesempatan, wali kota yang memiliki sapaan populer Kang Emil itupun menunjukkan kebanggaan terhadap kota tempat kelahirannya itu, baik disampaikan secara langsung di depan publik, pejabat, maupun lewat celetukan-celetukan di media sosial.

Dia misalnya, begitu bangga dengan klub sepakbola Persib Bandung. Dia memfasilitasi langsung beberapa pertandingan klub berjuluk Maung Bandung tersebut. Dia juga membaur dengan para Bobotoh dalam beberapa pertandingan penting, misalnya saat final pertandingan Piala Presiden ke Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, juga final Pertandingan ISL 2014 di Palembang.

Selain itu, Emil juga nampak bangga dengan nuansa kotanya. Dia menyebut Bandung sebagai kota yang romantis dan nyaman. "Bandung kotanya sangat romantis, setiap gerimis otomatis romantis, mojangnya geulis, sampai ada puisi yang mengatakan; Bandung diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum," ujarnya.

Dia juga mempublikasikan hasil penelitian dari departemen Statistika Unpad. Hasil penelitian itu menyampaikan bahwa Indeks Kebahagiaan (Happiness Index) standar BPS warga kota Bandung naik dari 68,23 di tahun 2014 menjadi 70,60 di akhir tahun 2015. Jika menggunakan standar Amerika Serikat skornya 74.

10 Aspek yang dinilai: Kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga,mkeharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, kondisi rumah/aset, keadaan lingkungan dan Keamanan.

Indeks keharmonisan rumah tangga, dia melanjutkan, juga paling tinggi 78,34. Hubungan Sosial 74,20. Artinya warga Bandung yang bahagia rata-rata karena karena rajin berinteraksi sosial dan selalu menjaga kehangatan dalam keluarga.

"Hidup warga Bandung yang gaul & nyaah kanu di imah. Hidup yang sudah menikah. Yang masih jomblo bersegeralah menikah agar kamu bahagia. Hatur Nuhun," kata Ridwan Kamil.

Wali kota itu juga nampak geram ketika muncul sejumlah pelanggaran di jalur kota. Misalnya ketika trotoar kota dilewati sepeda motor. "Contoh warga pikasebeleun (menyebalkan). Mun panggih pang neke keun. Cintai kota ini dengan taati aturan. jika tidak bisa jadi warga yang memberi solusi, minimal jangan jadi problem. Cag!" tulis Ridwan Kami dalam akun Facebooknya.

Kredit

Bagikan