"Jangan sampai pencak silat diklaim negara lain"

user
Muhammad Hasits 14 Desember 2015, 11:47 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Demi mencegah kepunahan seni dan budaya Indonesia, perlu dilakukan pelestarian dan diakui oleh UNESCO. Hal itu kini tengah diupayakan oleh Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) dengan mengenalkan kembali seni beladiri asal Tanah Air itu kepada generasi muda saat ini.

Ketua Maspi, Asep Gurwawan menuturkan perkembangan zaman telah mengikis sedikit demi sedikit seni budaya yang ada. Bahkan menurutnya, pencak silat dilebih diminati oleh masyarakat dari benua Eropa dan negara lain seperti Perancis, Belanda, Inggris, Amerika, dan lainnya.

"Kami khawatir didahului negara tetangga dan negara lainnya. Kami tetap berupaya mengenalkan kepada generasi muda di Indonesia," ungkap Asep beberapa waktu lalu.

Asep mengungkapkan, beberapa negara telah menciptakan buku tentang pencak silat. Dia berharap, negara sendiri bisa lebih mendokumentasikan seni dan budaya dari pencak silat.

"Di sisi lain perlu untuk dokumentasi pencak silat tradisi. Sebagai ilmu juga pencak silat adalah sebagai pusaka. Ilmu harus dipelajari dan pusaka harus dilestarikan," ujarnya.

Menurutnya, beladiri pencak silat wajib digunakan dan dipelajari oleh para tentara di Vietnam. Selain itu, banyak atlet pencak silat dari Vietnam yang handal karena dibina secara baik oleh pemerintahnya.

"Jangankan di Malaysia, di Vietnam, sudah diterapkan di militernya. Itu sudah dari tahun 1996. Banyak atlet-atlet Vietnam juga yang handal, itu karena pembinaan yang bagus," jelasnya.

Di samping itu, kata Asep, Maspi kini tengah berupaya agar pencak silat bisa diakui oleh dunia melalui UNESCO. Namun hal itu tak lepas dari dukungan pemerintah yang membantu agar bisa terwujud.

"Kami harus mengupayakan secepatnya. Sekarang bagaimana bisa keterima di UNESCO, kami harus tampil dua kali di Paris. Jangan sampai silat diklaim oleh negara lain. Kami tidak ingin punah di tanah sendiri," jelasnya.

"Silat Malaysia sangat didukung penuh oleh pemerintahnya, mudah-mudahan saja pemerintah di kita sudah mulai peduli. Karena semua pihak menengok, bahwa ini budaya kita, terutama dipelopori Jawa Barat," ucapnya.

Kredit

Bagikan