'Bungaku Kuat Tanpa Obat', Inovasi Unik yang Digagas Dosen Unpas

Dosen Unpas
Bandung.merdeka.com - Empat dosen asal Universitas Pasundan (Unpas) yakni Gatot Santoso, Muharam Wirakusumah, Tati Harnani dan Magnaz Lestira Oktaroza menciptakan gagasan unik dengan tagline 'Bungaku Kuat Tanpa Obat'.
Inovasi yang dihasilan para dosen ini ditampilkan dalam pameran inovasi dosen dan mahasiswa pada Dies Natalis Unpas ke 59.
Salah satu inovator sekaligus merupakan dosen teknik Unpas, Gatot Santoso mengatakan, 'Bunga Kuat Tanpa Obat' merupakan inovasi pengawetan bunga yang lahir pada tahun 2018 lalu.
Kemudian, diproses teknologi pada tahun 2019 untuk selanjutnya mendapatkan dana hibah dari Ristekdikti untuk ditindaklanjuti.
"Inovasi ini lahir karena awalnya kami melihat bahwa bunga potong hanya bisa bertahan dalam empat hingga lima haru sebelum layu. Untuk memperlambay laju layu bunga potong adalah dengan merendam ujung bunga potong dalam air. Sayangnya, metode ini tidak efektif karena pembusukan di bagian yang terendam air menjadi lebih cepat," jelas Gatot.
Lebih lanjut ia menjelaskan, metode yang dikembangkan dalam penelitian yang dilakukan Unpas ini adalah merendam bunga potong dalam cairan gliserin selama waktu tertentu.
Hal ini tergantung pada jenis bunga yang akan diproses. Kemudian, bunga potong ditumpuk dalam campuran gel silika dan pasir zanzibar.
"Hasilnya, bunga dapat tetap segar untuk jangka waktu yang lama," imbuh dia.
Ada pun keunggulan dari metode pengawetan bunga yang telah dikembangkan di Universitas Pasundan yakni menghasilkan optimalisasi penggunaan gliserin, silika gel, dan pasir zanzibar sehingga waktu pemrosesan yang lebih singkat dapat diperolehnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak