Pegadaian Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Lelang Online

user
Endang Saputra 25 Juni 2019, 17:47 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - PT Pegadaian (Persero) mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan adanya lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian. Kemudahan teknologi khususnya dalam penyebaran informasi melalui media sosial membuat masyarakat harus lebih jeli dan hati-hati.

Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) – Kantor Wilayah X, Mufri Yandi menuturkan, pada beberapa promosi palsu yang disebarkan oleh beberapa akun media sosial ini sebagian besar barang yang ditampilkan berupa emas batangan, emas perhiasan, smartphone, kamera, dan barang elektronik lainnya.

"Kami tegaskan, Pegadaian sampai saat ini tidak memiliki program lelang secara online melalui media sosial apa pun. Akun-akun yang ada di media sosial yang menawarkan barang apa pun secara lelang itu bukan akun resmi perusahaan," jelas Mufri.

Mufri menjelaskan, sebagai langkah antisipasi dan tindakan preventif atas ‘Penipuan Lelang Online’ tersebut, karyawan Pegadaian yang melayani nasabah telah diperintahkan untuk menyampaikan informasi terkait lelang online palsu yang tersebar di media sosial.

Tujuannya tentu saja agar masyarakat selalu waspada atas disinformasi yang dapat merugikan berbagai pihak. Pegadaian juga telah menyampaikan informasi dimaksud dalam bentuk poster, gambar (meme) di outlet-outlet Pegadaian dan pada berbagai media yang dapat diakses masyarakat.

Dengan informasi tersebut diharapkan masyarakat agar selalu melakukan crosscheck, waspada dan tidak mudah percaya terhadap tawaran 'Barang Lelang' yang kerap kali diimingi-imingi dengan harga murah.

Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Bandung baru saja menyelenggarakan acara Halal Bihalal belum lama ini. Dalam acara tersebut hadir ratusan pegawai Pegadaian.

Saat ditemui dalam acara tersebut, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian (Persero), Teguh Wahyono menjelaskan tentang bisnis gadai yang kini stagnan. Untuk itu, Pegadaian terus berupa untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

"Bisnis gadai ini stagnan. Bukan engga tumbuh tapi stagnan. Ke depan ini kita banyak produk yang bukan gadai. Contoh yang gampang, ada tabungan emas. Tabungan emas ini penting. Kalau rajin nabung emas itu harga glongongan satu kilo. Jadinya murah," papar Teguh saat ditemui dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Bandung di Harris Hotel and Convention Festival Citylink, Jalan Peta, Minggu (23/6).

Ia menjelaskan perihal banyaknya manfaat tabungan emas. Di antaranya adalah nasabah tidak perlu khawatir dengan emas yang dimilikinya karena di Pegadaian emas tersebut dijamin barangnya ada. Terutama untuk para muslim, tabungan ini aman karena tidak riba.

"Manfaat lainnya adalah, dengan 3,5 gram bisa daftar haji. Maka kita buka pinjaman (rahn) itu halal, sah juga diperbolehkan, bisa diangsur sampai 10 tahun. Tak hanya itu, nanti juga bisa dikonversi untuk beli perhiasan," katanya.

Kredit

Bagikan