Harga Gabah Anjolok, Bukan Tugas Kementan Menyerap dari Petani

panen padi
Bandung.merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai sebagai pihak yang tidak dapat disalahkan terkait merosotnya harga gabah kering periode Mei 2019.
Mengenai persoalan rendahnya harga gabah pada Mei 2019, dapat juga dimaknai tentang pemahaman peranan antar masing-masing institusi pemerintah yang berwenang.
Demikian dikemukakan pengamat pertanian Universitas Nasional IGS Sukartono, Kamis (20/6).
"Jadi tugas Kementan itu apa? terus yang bertanggungjawab menyerap hasil panen padi petani dalam bentuk gabah itu siapa? Pemahaman saya, itu dilakukan oleh Bulog," ujar Sukartono.
Oleh sebab itu, Sukartono berpendapat, rendahnya harga gabah kering yang terjadi saat ini karena masih banyaknya yang belum terserap oleh Bulog.
"Hukum ekonominya kalau stok masih banyak kan harga bakal jatuh. Gabah petani banyak belum mampu diserap sebab di pasaran juga masih banyak," ucap Sukartono dalam keterangan tertulisnya.
Berbeda halnya jika produksi padi berkurang sehingga menyebabkan harga beras merolet di pasaran, Sukarto menuturkan, maka baru layak ditimpakan kesalahannya pada Kementan.
"Di situ jelas masing-masing tugasnya. Kalau gabah masih banyak belum diserap Bulog, berarti kan produksi padi bagus. Kementan mampu melakukan tanggung jawabnya dengan baik," kata Sukartono.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bila beras jadi penyumbang deflasi sebesar 0,02 persen. Kondisi itu disebabkan anjloknya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.
Merosotnya harga GKP petani pada Mei 2019, berdasarkan data BPS, lebih rendah 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan juga menurun 4,36 persen dari tahun sebelumnya di bulan yang sama.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak