Tahun Depan, ITB Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri

user
Endang Saputra 11 Desember 2018, 17:58 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuka tiga jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana untuk tahun akademik 2019/2020. Ketiga jalur tersebut yaitu Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri (SM) – ITB.

Adapun untuk kuota masing-masing jalur seleksi tersebut yakni, untuk fakultas atau Sekolah selain Fakultas Seni Rupa dan Desain (non-FSRD), ITB menerima lewat jalur SNMPTN (40%); SBMPTN (40%), dan SM-ITB (20%). Kemudian untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ITB menerima jalur SNMPTN (30%), SBMPTN (40%), SM-ITB (30%).

Direktur Eksekutif Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa dan Kerjasama Pendidikan ITB Prof.Ir. Mindriany Syafila MS,Ph.D. mengatakan, berbeda dari tahun sebelumnya, ITB membuka seleksi mandiri dengan pertimbangan beberapa kondisi. Pertama adanya perubahan ketentuan kuota jumlah pendaftar per sekolah pada jalur SNMPTN. Hal ini akan mengurangi kesempatan mahasiswa potensial untuk diterima di ITB melalui jalur SNMPTN.

Kedua, pelaksanaan SBMPTN 2019 seluruhnya berbasis UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), yang dikelola LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ujian Keterampilan bagi program studi bidang Seni dan Olahraga ditiadakan dan digantikan dengan portofolio karya/penampilan sebagaimana yang dilakukan pada seleksi SNMPTN.

"Dan ketiga, adanya siswa-siswi yang potensial dan kompeten yang tidak dapat diterima di ITB melalui jalur-SNMPTN dan SBMPTN karena kesalahan memilih fakultas atau sekolah," ujar Mindriany dalam keterangan pers yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (11/12).

Mindriany menjelaskan, ITB memiliki kriteria khusus lain dalam proses seleksi untuk calon mahasiswa FSRD terkait potensi kreatif dan kemampuan merespon stimulus secara spontan yang hanya dapat dilakukan melalui Ujian Keterampilan. Penyelenggaraan Seleksi Mandiri ITB mengakomodasi pelaksanaan Ujian Keterampilan sebagai komponen seleksi untuk menjaring calon mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut.

Diharapkan, adanya seleksi mandiri ITB ini akan memberikan kesempatan ke-3 bagi para siswa potensial dan kompeten untuk dapat belajar di ITB.

"Seleksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesempatan yang berimbang dan adil bagi siswa dan siswi yang berasal dari sekolah menengah baik di pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa sebagai bagian peran ITB untuk mendorong kemajuan pendidikan nasional. yang bersekolah di Jawa dan luar Jawa," kata dia.

Seleksi Mandiri (SM) ITB tahun 2019 ini lanjut Mindriany, dilakukan untuk penerimaan mahasiswa pada semua Fakultas atau Sekolah di ITB. Penyelenggaraan SM-ITB didasarkan pada desk evaluation dengan menggunakan komponen penilaian yakni dari hasil UTBK, prestasi akademik dan kriteria lainnya bagi pendaftar ke Fakultas/Sekolah selain FSRD dan hasil UTBK, prestasi akademik dan hasil Tes Ketrampilan bagi pendaftar ke FSRD.

Adapun untuk persyaratan peserta SM-ITB ini diantaranya memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Kemudian memiliki data prestasi akademik yang tercatat di Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dan/atau mengikuti SBMPTN tahun 2019 (memiliki nilai UTBK). Tidak diterima sebagai calon mahasiswa ITB melalui jalur seleksi SNMPTN/SBMPTN atau seleksi program non-reguler ITB tahun 2019.

"Khusus untuk pendaftar ke FSRD, mengikuti Tes Ketrampilan. Dan untuk lulusan tahun 2017 dan 2018 dapat mendaftar SM-ITB asalkan mengikuti SBMPTN tahun 2019.l," katanya.

Prosedur Pendaftaran SM-ITB 2019 dilakukan secara online. Tata cara pendaftaran dan info lebih lanjut akan disampaikan kemudian pada laman http://usm.itb.ac.id.

Kredit

Bagikan