Perihal SKPD, Baja minta tak sandera Anies

PNS
Bandung.merdeka.com - Hingga saat ini, ada belasan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jakarta belum memiliki pimpinan definitif. Atas hal ini kinerja kerja Gubernur tentu akan terganggu karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
Koordinator Elemen Bahagiakan Jakarta (Baja), Bobby Khana menuturkan, ia meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah dan Inspektur DKI Michael Rolandi untuk tidak menyandera Gubernur Anies Baswedan soal pelantikan sejumlah pejabat Ibu Kota.
"Sejumlah SKPD hingga saat ini belum memiliki pimpinan definitif. Tentunya ini menyangkut hajat hidup orang banyak belum memiliki pimpinan definitif. Ini tentu saja menjadi rentan bagi Gubernur," ujar Bobby dari keterangan tertulis yang diterima Merdeka Bandung, Kamis (25/10).
Hal tersebut dinyatakan oleh Bobby karena Saefullah juga menjabat Kepala Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Tugasnya, pembina organisasi dan seluruh pegawai negeri sipil (PNS).
"Harusnya, dia mengarahkan. Masa urusan dari yang kecil sampai yang besar gubernur?," ketus dia.
Bukan hanya itu saja, Bobby juga menyoroti masalah pengangkatan di mana sebelumnya tanpa melalui lelang jabatan. Namun untuk sisanya, mekanismenya berubah.
"Ini membingungkan. Kalau mau fair dan tertib ke depannya, mending Sekda dan Inspektorat memberikan hasil penilaian kerja tiap SKPD secara berkala ke Gubernur. Dengan begitu, Anies dapat mengetahui kinerja anak buahnya secara berkelanjutan. Laporan itu, kan, juga menunjukkan track record PNS selama berkarir, apakah tidak bisa atau sebaliknya," kata dia.
Awal Oktober lalu, Elemen Baja diketahui menggelar demo di depan Balai Kota. Mereka mengkritisi lambannya rotasi jabatan di Jakarta. Padahal, lebih dari setahun Anies memimpin.
Padahal, menurut Elemen Baja, ada sejumlah pejabat yang diduga terseret kasus korupsi dan masih memegang posisi strategis. Karenanya, Anies didesak menggunakan hak prerogatifnya, merombak pejabat tersebut tanpa intervensi dari pihak manapun.
"Sekarang masih ada 16 SKPD yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt), dibiarkan menggantung kosong," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak