Karukunan Tatar Sunda desak pemerintah sah kan UU anti-LGBT


Kerukunan Tatar Sunda
Bandung.merdeka.com - Karukunan Tatar Sunda mendesak pemerintah untuk segera melakukan pengesahan Undang Undang Anti-LGBT. Soalnya, kehadiran LGBT di kalangan masyarakat yang semakin marak ini tentu saja meresahkan.
Ketua Karukunan Tatar Sunda, Aceng Ahmad Nasir mengatakan, persoalan LGBT bukan hanya di hadapi di Garut saja yang kebetulan sedang menyeruak. Kasus ini diawali dari adanya grup media sosial terkait itu, tapi seluruh Kabupaten yang ada di Indonesia bahkan negara lain pun memiliki persoalan yang sama pula.
"LGBT ini bukan hal yang baru di dalam Alquran di jelaskan tentang Kaum Sodom di zaman nabi Luth dengan segala azabnya. Namun karena Bangsa Indonesia berasaskan Pancasila dan UUD 1945 tentang pasal Ketuhanan Yang Maha Esa tentu jika ada kelompok yang melegalkan LGBT sama dengan menentang falsafah bangsa," ujar Aceng dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung, Sabtu (13/10).
Dengan berlandaskan hal tersebut, Karukunan Tatar Sunda mendesak agar pemerintah dan DPR segera merampungkan RUU dan segera menetapkan jangan sampai jika terlalu alot lahirnya UU tersebut ibarat penyakit sudah stadium tiga.
Dengan adanya UU tidak sekedar seperti pemadam kebakaran, maka diharapkan sebagai langkah prepentif untuk mengantisipasi dampak negatif yang lebih besar apalagi LGBT tidak sesuai dengan pancasila atau norma agama dan didasari atas berbagai kasus serta dampaknya yang sangat mengerikan.
"Terkait soal adanya LGBT di Garut khususnya pemerintah kabupaten usul saya perlu adanya PERDA khusus ataupun Perbup bersifat Diskresi yang mengenai hal tersebut. Dengan naskah akademik yang proporsional atas masukan unsur-unsur potensial sehingga diharapkan sebagai percontohan kabupaten lainnya agar seluruh stake holders bisa melakukan langkah pembinaan yang berdasarkan aturan," katanya.
Dengan segera ditetapkan UU LGBT ini, semua pihak berwenang maupun elemen masyarakat bisa mengambil langkah untuk melakukan pembinaan maupun arahan-arahan sesuai mekanisme.
Aksi Ribuan Mahasiswa, pelajar dan santri di Garut mengenai Penolakan LGBT menunjukan bahwa secara faktual masyarakat Garut terutama generasi mudanya adalah generasi yang peduli atas kehawatiran para guru maupun orang tua serta masyarakat dan memegang teguh prinsip keagamaan secara murni.
"Mereka bergerak atas dasar kesadaran akan ke tidak inginannya terjadi kerusakan moral akibat pembiaran LGBT tersebut. Selain itu MUI sudah semestinya memberikan fatwa yang tegas terkait LGBT serta melakukan langkah pembinaan yang bersinergi dengan para orang tua, guru dan pihak terkait lainnya agar bisa meminimalisir perkembangan serta dampak daripada LGBT tersebut," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak