Langkah mitigasi bencana, Pemkot Bandung susun rencana kontijensi


Sihar Pandapotan Sitinjak
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) sedang menyiapkan dokumen rencana kontijensi untuk mitigasi bencana. Dokumen ini nantinya akan menjadi panduan pemerintah kota Bandung dalam menghadapi bencana.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Sihar Pandapotan Sitinjak mengatakan salah satu potensi bencana yang diwaspadai yakni keberadaan sesar lembang. Sebab jika sesar lembang mengalami pergerakan bisa menyebabkan gempa bumi yang berdampak di cekungan Bandung termasuk Kota Bandung.
"Wilayah cekungan Bandung ini kan bekas Danau purba yang mengering. Berdasarkan penelitian para ahli ada potensi bencana dengan keberadaan sesar lembang yang terbentang sepanjang 29 km dari Padalarang sampai Gunung Manglayang. Sebagai pemerintah tentu harus melakukan sesuatu senagai langkah mitigasi bencana. Nah kita sekarang sudah punya rencana kontinjensi. Dokumen ini sudah kita biat dari tahun 2017. Rencana akan kita uji publik kepada beberapa ahli agar bisa lebih sempurna. Setelah itu akan ditandatangan oleh wali kota untuk menjadi panduan kita dalam mitigasi bencana," ujar Sihar kepada wartawan, Jumat (12/10).
Menurut Sihar, pihaknya pun terus mensosialisasikan mitigasi bencana. Hal tersebut penting sebagai bekal bagi masyarakat saat menghadapi bencana sehingga dapat meminimalisir kerugian.
Menurut Sihar, sosialisasi telah dilaksanakan dari tingkat sekolah, perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan. Melalui sosisalisasi itu, masyarakat semakin paham hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Bencana pasti ada, caranya kita hadapi kegiatan dengan tenang. Harus mengerti apa yang harus disiapkan. Intinya masyarakat tenang hadapi bencana yang terjadi jadi nggak panik," katanya .
Menurutnya, setelah terjadi bencana gempa di Lombok dan Palu-Donggala, permintaan sosialisasi dan simulasi bencana cukup tinggi. Hal ini menandakan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat akan mitigasu bencana.
“Meskipun sebuah bangunan itu sudah terdapat petunjuk arah jalur evakuasi, tetapi kita tetap memberikan materi sampai masyarakat paham. Apa yang harus dilakukan sampai menyelamatkan diri,” tuturnya.
Saat gempa, lanjutnya, bangunan, langit-langit akan runtuh menimpa benda di bawahnya. Untuk itu perlu kesigapan untuk menyelamatkan diri. Selain itu, masyarakat juga bisa menyimpan aplikasi Emergency Call 113. Ini dapat memberikan pelayanan dan memudahkan masyarakat untuk melapor saat terjadi bencana.
“Dengan aplikasi ini masyarakat akan lebih mudah melaporkan peristiwa kebakaran. Itu dapat mempercepat respons dari petugas Damkar untuk datang ke lokasi kejadian,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak