Akses masuk sulit, pendaftaran CPNS Kota Bandung kemungkinan diperpanjang


Ilustrasi PNS
Bandung.merdeka.com - Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Bandung, membuka peluang untuk menambah jangka waktu pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Bandung hingga sepekan atau pada 10 Oktober 2018 mendatang. Hal ini berkaitan dengan sulitnya mengakses masuk untuk daftar akun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPP Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, jika merujuk pada jadwal yang sudah disebarkan, batas akhir pendaftaran hanya sampai tanggal 3 Oktober 2018 atau dua hari lagi. Pihaknya masih membuka peluang untuk menambah jangka waktu pendaftaran hingga sepekan. Namun demikian pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara).
"Kalau sampai saat ini belum ada perubahan, masih sampai tanggal 3 Oktober,” ujar Atet di Balai Kota Bandung.
Sebagai bahan pertimbangan, pihak BKPP Kota Bandung akan menyampaikan data-data mengenai jumlah pendaftar dalam CPNS Kota Bandung tahun 2018 ini. Seperti diketahui, kuota CPNS bagi Pemerintah Kota Bandung terdapat sebanyak 790 formasi.
“Akan dilihat dulu data-data yang ada di Kami. Karena beberapa waktu lalu ada kesulitan mengakses masuk untuk daftar akun. Mungkin itu juga bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan. Kami ingin seleksi CPNS ini bakal dapat menjaring calon pendaftar terbaik sebanyak-banyaknya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Data dan Informasi Kepegawaian BKPP Kota Bandung, Dr. Rachmat Satiadi menjelaskan, hingga tanggal 1 Oktober 2018 pukul 08.00 WIB, pendaftar CPNS Kota Bandung mencapai 1.418. Dari jumlah tersebut, pendaftar paling banyak untuk formasi bidan terampil yang mencapai 300 pendaftar disusul guru kelas SD sebanyak 200 pendaftar.
“Sejak dari awal mengumumkan, tercatat secara nasional untuk level kota, Kota Bandung ini paling diminati. Mungkin karena paling lambat tanggal 3 Oktober ditutup,” ucapnya.
Untuk memverifikasi seleksi administrasi, BKPP Kota Bandung mengerahkan sebanyak 23 orang petugas berkompetensi teknologi informatika. Sejauh ini sudah ada sekitar 500 pendaftar yang terverifikasi dan 142 orang di antaranya dinyatakan tidak masuk seleksi karena berbagai macam alasan.
“Dengan sistem online tanpa berkas fisik, kalau ada yang salah memilih tidak bisa mengulang. Ada beberapa pendaftar yang keliru memilih formasi yang tidak sesuai latar belakang pendidikannya, ada juga yang unggah swafoto tapi tidak unggah pas foto, atau hal lainnya,” ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak