Kota Bandung terancam krisis air, Oded imbau masyarakat untuk berhemat

Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial
Bandung.merdeka.com - Wilayah Kota Bandung terancam mengalami krisis air akibat musim kemarau. Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca yang menjadi sumber utama air baku PDAM Tirtawening Kota Bandung kondisinya saat ini surut.
Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial mengimbau kepada masyarakat untuk bijaksana dalam memanfaatkan air. Masyarakat diminta untuk menghemat air.
"Supply air (baku) PDAM ini kurang (akibat musim kemarau). Saya mengimbau kepada masyarakat hendaklah hemat air," ujar Oded kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/9).
Oded mengatakan, dirinya sendiri secara pribadi memiliki cara khusus untuk menghemat air yakni dengan menggunakan air sesuai kebutuhan. Selain itu juga dirinya berupaya menampung dan menabung air minimal di sekitar lokasi rumah tinggal. Dengan begitu setidaknya cadangan air tanah bisa kembali normal. Sehingga air tidak cepat pergi ke laut.
"Mang Oded sudah melakukan sendiri di rumah bahwa yang namanya air dimasukan ke dalam sumur resapan. Sehingga air tidak terbuang. Pemaian air juga jangan royal sehingga menghemat air dengan cara cara efektif dan efisien," kata dia.
Tak lupa Oded pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berdoa agar hujan segera turun. Sehingga situ-situ yang saat ini kondisinya surut bisa kembali normal.
Seperti diberitakan, Kota Bandung terancam mengalami krisis air. Pasokan sumber air baku PDAM Tirtawening saat ini sudah mulai mengalami penurunan debit air, karena musim kemarau. Sumber utama air baku PDAM Tirtawening Kota Bandung berasal dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Badaksinga, mulai mengalami penyusutan air baku
yang sangat drastis.
Penurunan debit air di Situ Cipanunjang diakibatkan musim kemarau melanda sejak Juni lalu.
Situ yang memiliki kedalam air hingga lebih dari 22 meter ini saat ini kondisinya surut. Padahal dalam kondisi normal Situ Cipanunjang ini bisa menampung jutaan meter kubik air. Sampai dengan hari ini muka air Situ Cipanunjang sudah turun sebanyak 21, 30 meter dan setiap harinya mengalami penurunan sebesar 24,8 cm. Sementara penyusutan debit air di Situ Cileunca, mengalami penurunan sebesar 4,52 meter dan setiap harinya menyusut sebanyak 5,11 centimeter.
"Saya tidak bisa memprediksi apa itu cukup sampai 30 hari ke depan. Tapi yang pasti kita harus segera memikirkan ini secara baik dan bersama-sama," ujar Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak