T Bone KaeF, solusi terapi paliatif bagi penderita kanker yang menyebar ke tulang

user
Mohammad Taufik 16 September 2018, 13:24 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Badan Tenaga Nuklir Indonesia (PTRR BATAN) bersinergi menciptakan produk T Bone KaeF. Ini merupakan solusi terapi paliatif bagi penderita kanker yang sudah menyebar ke tulang.

Terapi paliatif merupakan terapi yang dapat mengurangi rasa sakit pada penderita dengan menggunakan analgesik narkotika. Namun, penggunaan analgesik narkotika dalam kurun waktu lama menimbulkan efek samping pada peningkatan dosis dan kecanduan.

“Bermula dari kondisi itu, kami bersinergi untuk mengeluarkan produk T Bone KaeF,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma (Persero) Tbk Pujianto kepada Merdeka Bandung dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia 2018, Sabtu (15/9).

Produk ini menjadi pelengkap untuk produk radiofarmasi sebelumnya yang telah tersedia di pasaran yaitu Bonescan, Renalscan, Cardioscan, Endoneuroscan.

Produk T Bone KaeF ini mampu mereduksi rasa sakit tulang berkisar antara 60 hingga 80 persen bagi para penderita kanker sehingga dapat meringankan biaya pengobatan yang berulang. Kimia Farma tak hentinya berinovasi dalam mengembangkan produk obat-obatan yang bermutu tentunya berkolaborasi dengan institusi penelitian untuk mendukung program Indonesia sehat.

“Untuk harga T Bone KaeF ini sekitar Rp 3 juta dan harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan penderita kanker menggunakan morfin untuk solusi terapi paliatif yang sudah menyebar ke tulang. Kalau misal diberikan morfin, murah memang jumlahnya juga banyak tapi sama saja soalnya T Bone KaeF ini lebih efektif khasiatnya dan aman tidak membuat ketergantungan,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada empat rumah sakit di Tanah Air yang menggunakan produk ini sebagai pembebas rasa nyeri ada pasien. Berbahan dasar Samarium 153 (Samarium-Ethylene Dlamine Tetra Methylene Phosphonic Acid), ini bisa digunakan untuk pengganti morfin.

“Penderita kanker itu sudah metatasis ke tulang dan nyerinya begitu luar biasa. Biasanya mereka harus dikasih morfin sebagai penahan nyeri, sedangkan penggunaan morfin itu penggunaan dosisnya meningkat terus dan jaraknya cuma satu dua hari paling lama satu minggu. Ini tentu berbeda dengan T Bone Kaef,” tutup Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Hendig Winarno.

Kredit

Bagikan