Alokasi dana desa rendah, Pemprov Jabar diimbau segera tambah jumlah desa


Dialog Kebangsaan DPRD bersama media
Bandung.merdeka.com - Alokasi dana desa yang dialokasikan bagi desa di Jawa Barat kini masih terbilang rendah. Bila dibandingkan dengan Jawa Timur, alokasi desa untuk Jawa Barat masih lebih rendah. Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kini berada di bawah komando Ridwan Kamil diimbau untuk bisa menambah jumlah desa.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat, Ayi Hambali. Lebih jauh, ia menjelaskan, Pemprov Jabar sebaiknya segera melakukan pemekaran wilayah dengan melakukan penambahan jumlah desa. Tujuannya, untuk memaksimalkan penyerapan dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat.
"Sudah tentu, harus dilakukan pemekaran. Soalnya, selama ini alokasi dana desa yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk Jawa Barat itu nilainya masih rendah, sekitar Rp 1,5 triliun," ujar Ayi kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara Dialog Kebangsaan Anggota DPD RI bersama Media di RM Sindang Reret, Jalan Surapati, Senin (10/9).
Kata Ayi, jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan alokasi anggaran yang diberikan kepada Pemprov Jawa Timur senilai Rp 2 triliun. Untuk itu, Gubernur Jawa Barat yang baru menduduki jabatannya sekarang sebaiknya melakukan pemekaran dalam waktu dekat.
Dengan dilakukannya pemekaran desa, lanjutnya, penyerapan dana bisa lebih besar. Ayi melihat ada hawa positif yang dibawa oleh Ridwan Kamil terkait jumlah desa jni. Soalnya, pada pidato perdana Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan bahwa masih rendahnya alokasi daerah dari pemerintah pusat untuk Jabar.
"Masyarakat di Jawa Barat hanya mendapatkan Rp 600ribu pertahun sedangkan di Jawa Timur mendapatkan Rp 1juta setiap tahunnya. Soalnya, Jatim lebih banyak jumlah desanya mencapai 35 desa bila dibandingkan Jabar hanya 27 kabupaten atau kota," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak