Kemenristek Dikti setujui 120 prodi baru di PTN dan PTS


Dirjen Kelembagaan dan IPTEK Dikti, Patdono Suwignjo
Bandung.merdeka.com - Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah menyetujui 120 program studi (prodi) baru. Hal tersebut diutarakan oleh Dirjen Kelembagaan dan IPTEK Dikti, Patdono Suwignjo saat ditemui dalam acara Rapat Koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I sampai dengan XIV, Jumat (7/9).
"Sudah diterapkan 120 prodi baru yang kami setujui," ujar Patdono kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Courtyard Marriot, Jalan Ir. H. Djuanda, Jumat (7/9).
Hadirnya prodi baru ini, kata dia, sejalan dengan semakin berkembangnya dunia kerja. Perkembangan dunia kerja ini dinilai sejalan dengan penambahan prodi yang ada dari berbagai bidang seperti sosial dan eksak. Kehadiran prodi baru ini, kata dia, tentu saja membutuhkan waktu untuk dikenal luas oleh masyarakat.
"Tujuan adanya prodi baru ini bahwa dunia kerja itu berkembang dengan cepat. Berarti dibutuhkan keahlian baru, dalam hal ini dibutuhkan prodi baru. Dunia kerja berkembang dengan cepat, tapi kehadiran prodi baru ini harus sesuai dengan kebutuhan industri. Prodi baru ini macam-macam, mulai dari sosial sampai eksak," katanya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Uman Suherman AS menyampaikan bahwa LLDIKTI bukan merupakan Menteri kecil yang berada di daerah, namun merupakan rekan yang bersama-sama akan mencapai tujuan peningkatan budaya mutu.
"Dengan dibentuknya LLDIKTI, tidak ada lagi dikotomi antara PTN dan PTS," ujar Uman.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Semarang, Dwi Yuwono menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas hal-hal yang akan disepakati bersama mengenai ketegasan wewenang LLDIKTI, sehingga dapat mencapai tujuan awal yaitu mempersingkat dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi pelayanan.
"Bandung merupakan kota bersejarah yang telah melaksanakan forum-forum hebat, semoga kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan strategis dalam pengembangan layanan pendidikan dikti ke depan," kata Dwi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak