Dinas Kesehatan Kota Bandung perketat pemantauan kawasan tanpa rokok


Kawasan tanpa asap rokok di Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menargetkan pemantauan ke 1.700 Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di seluruh Kota Bandung. Lokasi-lokasi tersebut antara lain sekolah, hotel, restoran dan perkantoran baik kelurahan, kecamatan maupun perangkat daerah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Henny Rahayu Ningtyas, mengatakan tim satgas KTR telah memantau sejak April 2018 lalu. Sejauh ini tim tersebut baru menjangkau sekitar 50 persen lokasi dari yang ditargetkan.
"Kami yakin sampai akhir tahun ini target tersebut Insya Allah dapat tercapai," kata Henny di sela pemantauan KTR di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (28/8).
Menurut dia, pemantauan ini dilakukan sebagai implementasi Perwal Nomor 315 Tahun 2017 tentang KTR. Sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan diantaranya kantor, sekolah, hotel dan restoran.
"Kami gencar memantau KTR dalam rangka implementasi Perwal 315/2017. Kami sudah beberapa kali memantau kawasan tersebut. Kami ingin tempat bekerja maupun sekolah bisa bersih dari polusi asap rokok," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan beberapa kali ke berbagai lokasi, masih ada sejumlah perkantoran yang belum sepenuhnya mengimplementasikan Perwal KTR. Dari sisi penempelan tanda sudah ada, tapi masih banyak yang melanggar.
"Misalnya masih terlihat asbak yang disimpan di sembarang tempat, puntung rokok dibuang di mana saja, dan terutama juga polusi asap rokok," katanya.
Bagi para pelanggar tersebut, tim satgas KTR masih melakukan tindakan persuasif sebatas imbauan. Pihaknya belum bisa menegakkan hukum dengan menindak tegas berupa pemberian denda atau lainnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak