Siapkan SDM berkualitas dan daya saing tinggi, STP NHI lakukan sertifikasi kompetensi

Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung
Bandung.merdeka.com - Setiap tahunnya, Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung secara konsisten menggenjot para mahasiswa semester akhir untuk secara serius melakukan sertifikasi kompetensi. Kegiatan ini wajib dilakukan oleh para mahasiswa guna meningkatkan kualitas dan daya saing para mahasiswa saat terjun ke dunia kerja nantinya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia bidang pariwisata dalam menghadapi persaingan di tingkat ASEAN maupun global, Kementerian Pariwisata bersinergi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendorong percepatan sertifikasi kompetensi kerja bidang pariwisata secara berkelanjutan.
Lembaga Sertifikasi Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Pihak 1 (LSP-P1) yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan diberi kewenangan untuk melakukan sertifikasi kompetensi bidang pariwisata khusus bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan yang memiliki MoU dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Kegiatan sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP STP NHI Bandung melalui kerjasama dengan Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 berupa pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja sektor pariwisata bagi mahasiswa Diploma III dan Diploma IV Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Pembantu ketua III bidang Kemitraan dan Penjamin Kualitas STP NHI Bandung, Erfin Roesfian menuturkan, ini merupakan program kerjasama antara STP NHI Bandung dengan Kementrian Deputi Bidang Pengembangan dan Kelembagaan Pariwisata. Untuk tahun ini, kegiatan sudah dilangsungkan sejak Maret lalu.
"Ada 382 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dari jurusan manajemen tata boda, tata hidang, dan patisserie. Ada 18 asesor merupakan dosen-dosen kami untuk kegiatan sertifikasi kompetensi ini yang melaksakan tugasnya secara profesional," ujar Erfin kepada Merdeka Bandung, Sabtu (25/8).
Pelaksanaan kegiatan sertifikasi dilakukan dua kali. Tahap satu telah dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2018, kemudian tahap dua dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2018 dan diikuti oleh mahasiswa berasal dari Mahasiswa Diploma III Program Studi Manajamen Tata Boga, Manajemen Patiseri, Manajamen Tata Hidang, dan Manajemen Divisi Kamar.
Adapun Skema Sertifikasi yang digunakan Okupasi Demi Chef, Pastry Chef de Partie, Head Waiter, Front Office Supervisor dan Floor Supervisor. Program Sertifikasi Kompetensi Kerja Sektor Pariwisata Anggaran Kementerian Pariwisata tahun 2018 diharapkan dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap tingkat kompetensi yang dimiliki sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selain itu juga mampu memberikan informasi mengenai kondisi kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa serta membangun kesadaran bagi manajemen perguruan tinggi dan mahasiswa akan pentingnya kompetensi kerja dan pengakuan kompetensi tersebut oleh industri.
"Tentunya dengan adanya sertifikasi kompetensi ini kami harapkan para mahasiswa bukan hanya siap saat terjun ke dunia kerja, tapi juga mampu mempersiapkan mentalnya dengan baik. Bukan hanya lulus dari sini tapi juga bisa diakui oleh dunia industri karena mereka sudah tersertifikasi," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak