Pemkot Bandung akan revitalisasi trotoar di tiga titik ini hingga akhir 2018


Kepala DPU Kota Bandung Arief Prasetya
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan kembali merevitalisasi trotoar di sejumlah titik di Kota Bandung pada tahun ini. Rencananya ada tiga titik ruas jalan yang akan direvitalisasi dengan anggaran sekitar Rp 9 miliar.
Kepala DPU Kota Bandung Arief Prasetya mengatakan, trotoar di tiga ruas jalan yang akan direvitalisasi diantaranya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kebon Jukut, dan Stasiun Timur.
"Jadi tahun tahun 2018 ini hanya 3 trotoar yang di perbaiki. Ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang ada yakni di jalan Kebon Jukut, Stasiun Timur dan Perintis Kemerdekaan," ujar Arief kepada Merdeka Bandung, Sabtu (18/8).
Arief menyebut, konsep revitalisasi trotoar akan dilakukan seperti di Jalan Asia Afrika. Trotoar akan diganti dengan granit atau beton berpola. Nantinya setelah trotoar diganti, akan dipasang beragam ornamen seperti bola batu, kursi, meja dan lampu.
"Sekarang yang baru selesai adalah lelang Kebon Jukut. Revitalisasi nanti di bagian kiri dan kanan. Kalau daerah protokol kita pakai granit, kalau daerah niaga kita pakai beton berpola. Kenapa kita memilih beton berpola, pengalaman kalau granit mereka keluar masuk kendaraan bikin rusak, kalau beton berpola termasuk kuat," katanya.
Adapun untuk biata revitalisasi trotoar di tiga titik ini masing-masing Rp 3 miliar. Dananya berasal dari APBD Kota Bandung. "Pembiayaannya untuk masing-masing titik sekitar Rp 3 miliaran," ucapnya.
Arief berharap dengan banyaknya trotoar yang direvitalisasi, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berjalan kaki. "Dengan banyaknya revitalisasi trotoar ini kita ingin mengajak masyarakat untuk berjalan kaki. Ke depan juga kita akan memasang ornamen, sehingga berjalan tidak membosankan," katanya.
Dia melanjutkan, "Ornamennya nanti ada downlight, jadi kalau malam bisa menerangi jalur trotoar. Setiap kita melakukan perbaikan kita kasih bollard (bola batu), dilengkapi kursi, dan pagar, tiang patok supaya motor-motor engga ikut ke trotoar. Kalau kebon jukut itu kecil seperti Dago, Sudirman, kita sedang hitung, mana-mana yang sekiranya sering dilintasi motor nanti kita pasang patok," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak