Ini Rein Vidya Banafsha, mahasiswi kedokteran Unpad berusia 15 tahun

Rein Vidya Banafsha
Bandung.merdeka.com - Menjadi mahasiswa kedokteran merupakan cita-cita bagi sebagian besar pelajar Indonesia. Tanpa mengesampingkan disiplin ilmu lain, Fakultas Kedokteran menjadi salah satu fakultas favorit untuk meneruskan sekolah di bangku kuliah selepas masa SMA.
Rein Vidya Banafsha menjadi salah satu mahasiswi yang diterima di Fakultas Kedokteran Unpad. Namun berbeda dengan teman-temannya, Rein diterima menjadi mahasiwa Kedokteran di umurnya yang masih sanga muda yakni 15 tahun. Hal ini tentu sangat berbeda, dimana pada umumnya seseorang yang masuk ke bangku perguruan tinggi berada pada usia 18 tahun.
Rein Vidya Banafsha menjadi mahasiswi baru Universitas Padjadjaran tahun akademik 2018/2019 termuda di antara rekan-rekan seangkatannya. Perempuan kelahiran Tasikmalaya, 3 Oktober 2002 ini resmi diterima di Fakultas Kedokteran Unpad saat ini berusia 15 tahun 10 bulan.
Seperti dikutip laman Unpad, Rein mengungkapkan bahwa sejak duduk di bangku SMP, ia sudah mengikuti kelas percepatan. Ia pun menyelesaikan studi di SMPN 5 Tasikmalaya dalam waktu 2 tahun saja.
Begitu juga saat masuk ke jenjang SMA. Saat masuk ke SMAN 1 Tasikmalaya, Rein juga mengikuti kelas percepatan dan kembali lulus dalam dua tahun saja. Saat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Rein mantap memilih program studi Kedokteran Unpad pada pilihan pertama.
"Terbayang banget bakal susah belajar Kedokteran, bakal banyak waktu yang harus dikorbankan. Tetapi, Insya allah siap," ujar Rein.
Saat ditanya mengapa memilih Kedokteran Unpad, Rein mengatakan bahwa kuliah di Kedokteran Unpad bebas dari biaya. Ia mengaku siap mengabdi sebagai dokter di wilayah mana saja, baik di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat.
Rein yang memiliki hobi menggambar dan bernyanyi ini juga memiliki keinginan untuk bergabung dengan unit paduan suara di Unpad.
"Prioritas utama adalah pendidikan, tetapi saya memiliki kesempatan untuk bebas berorganisasi, dan enggak akan saya lewatkan," kata dia.
Setelah lulus menjadi dokter nanti, Rein berencana melanjutkan studinya menjadi dokter spesialis saraf.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak