Mahasiswa asal Bandung ikut tahap final nasional Djarum Beasiswa Plus di Jakarta

Mahasiswa asal Bandung
Bandung.merdeka.com - Gelaran Djarum Beasiswa Plus di Bandung telah berakhir. Di dapatlah empat peserta yang lolos sebagai juara dan akan mengikut tahap final nasional di Jakarta. Mereka berasal dari dua kategori yakni kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial.
Untuk kategori IPTEK, pemenangnya adalah Yuni Kulsum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Muhammad Arief Sasmita dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sedangkan Ade Nur'Adliyah dari Universitas Swadaya Gunung Jati dan Hena Rifa Fauziyah dari Universitas Swadaya Gunung Djati berhasil menjadi juara dalam kategori Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial.
Salah seorang pemenang, Yuni mengaku dirinya tak pernah menyangka bisa karya tulisnya lolos dalam kompetisi Djarum Beasiswa Plus. Yuni yang mengusung tema karya tulis 'Haematococcus Pluvialis: Mikroalga Anti-Katarak' mengaku mendapat ide karya tulisnya karena sang orangtua yang menderita katarak.
Sembari menitikan air mata, ia mengaku tak menyangka bisa menjadi perwakilan Bandung untuk melaju ke tingkat nasional. Kata dia, ini merupakan kesempatan emas yang tak pernah diduga.
"Saya sempat pesimis dengan presentasi saya. Saya tidak menyangka menjadi perwakilan Bandung di tingkat Nasional. Seperti ada harapan bahwa karya saya akan diwujudnyatakan ke depannya. Orangtua saya yang menderita Katarak menjadi salah satu motivasi saya untuk ikut Writing Competition dengan mengangkat tema ini,"ujar Yuni kepada Merdeka Bandung, Selasa (24/7).
Writing Competition adalah salah satu program kompetisi bagi penerima Djarum Beasiswa Plus yang dimaksudkan untuk melatih kemampuan penerimanya, yakni dikenal sebagai Beswan Djarum dalam berkomunikasi dan menuangkan gagasan.
Hal senada juga diutarakan oleh Hena. Tak pernah diduga bila ia berhasil mengalahkan peserta lainnya. Dalam tahap 10 besar, ia tahu betul bila persaingan ini tidaklah mudah. Namun, berkat optimismenya, Hena berhasil masuk dalam satu dari empat pemenang dari Bandung.
Hena sendiri menulis karya esai bertajuk 'Bantu Orangtua Tolak Ketinggalan Zaman'. Ide awal terciptanya tulisan miliknya ini didasari dari kesulitan orangtuanya mengaplikasikan gawai. Dari sanalah mereka berusaha memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Kalau buat anak-anak muda kayak kita tentu tidak ada kesulitan, beda sama para orang tua, kayaknya pakai handphone itu cuma buat telpon dan sms saja ya. Makanya itu lah yang melandasi tulisan saya," jelasnya.
Sementara itu, optimisme ditunjukkan oleh Ade. Dengan tulisan bertajuk ‘Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Kebersihan Lingkungan Melalui Perlombaan’, ia yang menjadi salah satu wakil dari Bandung untuk ikut final nasional ke Jakarta itu optimis bisa menjadi pemenangnya.
"Target saya tentu ingin menjadi pemenang di Final Nasional nanti. Saya akan tetap berdiskusi dengan dewan juri untuk memperbaiki presentasi esai sehingga menjadi lebih baik. Selebihnya saya serahkan kepada Allah SWT," kata Ade.
Di Tahap Final Nasional, 16 finalis dari empat regional akan bersaing memperebutkan hadiah untuk masing-masing kategori Juara 1 Nasional senilai Rp 20juta, Juara II Nasional senilai Rp 15juta dan Rp 10juta untuk Juara III Nasional pada awal September 2018.
Disamping itu, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Laksmi Lestari menjabarkan bahwa, Writing Competition Beswan Djarum merupakan salah satu program Djarum Beasiswa Plus yang memfasilitasi penerima beasiswa kamiuntuk berpikir kritis terhadap berbagai permasalahan bangsa dan menuangkan gagasannya dalam bentuk esai berdasarkan keilmuan yang ditekuninya.
Serta, mempresentasikan hasil olah-otak tersebut dalam sebuah presentasi singkat. Inilah salah satu bentuk tantangan bagi penerima beasiswa kami untuk bangkit menciptakan solusi atas fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
"Writing Competition ini merupakan salah satu kelanjutan dari diberikannya dua soft skills utama kami yakni Character Building serta Leadership Development yang telah memberikan Beswan Djarum pembekalan karakter dan kepemimpinan, termasuk kemampuan berkomunikasi baik lisan dan tertulis serta membawa perubahan. Kompetisi ini menjadi ajang uji kemampuan antar penerima beasiswa kami dari seluruh Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Amy itu.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak