Beberapa hari ini suhu udara di Bandung terasa dingin, begini penjelasan BMKG


Ilustrasi suasana Kota Bandung pagi hari
Bandung.merdeka.com - Suhu udara di wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Bandung dalam beberapa hari terakhir terasa sangat dingin. Dinginnya udara begitu terasa saat malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Kepala Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan bahwa dinginnya suhu udara saat ini merupakan hal yang wajar. Hal ini mengingat wilayah Bandung sedang memasuki musim kemarau.
"Hari ini di Kota Bandung suhu udara maksimum di siang hari 30 derajat celcius. Sementara suhu udara minimum di dini hari 17 derajat Celcius. Hal ini adalah hal yang wajar, setiap tahunnya di bulan Juli. Karena di Kota Bandung sedang di musim kemarau," ujar Tony kepada Merdeka Bandung, Kamis (5/7).
Menurut dia, cuaca umumnya cerah di siang hari, karena sinar matahari tidak terhalang awan ke permukaan bumi. Sehingga terasa siang hari lebih terik dan suhu udara terasa lebih panas.
Kemudian di malam hari sebagian besar sinar matahari yang mengenai permukaan bumi, terpantulkan kembali ke angkasa, tidak terhalang awan, karena langit cerah, sedikit awan. Sehingga saat dini hari terasa lebih dingin.
Tak hanya itu, Tony menyebut suhu udara yang terasa lebih dingin di Kota Bandung karena pengaruh musim di Australia.
"Karena tiap musim kemarau, angin dominan bertiup dari arah Timur, dari arah Benua Australia, membawa udara dingin. Di Australia sedang musim dingin," katanya
Menurut Tony, saat ini musim kemarau pada umumnya normal, dengan tingkat curah hujan mulai berkurang. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi hingga Agustus.
"Puncak Kemarau di Agustus, tetapi di musim kemarau ada potensi ganguan cuaca jangka pendek, yang menyebabkan hujan durasi singkat di musim kemarau," katanya.
Tony pun mengingatkan warga di pesisir perairan Selatan Jabar untuk mewaspadai ketinggian gelombang laut. Sebab diprediksi gelombang laut di perairan Selatan Jabar bisa mencapai 3,50 meter.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak