Kota Bandung sukseskan pencatatan penduduk capai 99 persen di Jabar

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh
Bandung.merdeka.com - Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Tingkat Provinsi Jawa Barat dicanangkan di Balairung Jendral Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Rabu (11/4). Pencanangan ini berkaitan dengan upaya menyukseskan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 di Jawa Barat.
Pencanangan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan bersama Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Turut hadir, Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin.
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, capaian perekaman di Jawa Barat sudah di 99 persen dan segera lengkap.
"Pendataan penduduk sebagai pendukung administrasi merupakan faktor penting penunjang kesuksesan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 di Jawa Barat," ujar dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung.
Zudan, menyebut bahwa Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) diadakan karena hilir dari pembangunan adalah penduduk. Dengan data yang akurat maka pemerataan pembangunan pun akan baik.
"Mau tidak mau kita harus mengikuti teknologi dimana penggunaan data kependudukan sekarang sudah bergeser menjadi banyak hal seperti pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, demokratisasi, dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal," kata dia.
Saat ini, lanjut dia, kapasitas perekaman di Indonesia per hari mencapai 327 ribu orang. Sehingga di wilayah bisa merekam sebanyak 275 orang perhari. Sedang menurut Komisi Pemilihan Umum, ada sebanyak 6,7 juta penduduk yang belum terekam di 163 kabupaten/kota dari total 381 kabupaten/kota.
"Di sini perlu adanya kerjasama semua pihak agar proses perekaman bisa terus berjalan. Di Kemendagri ada 18,9 juta blanko dan sudah tercetak 9 juta blanko. Masih ada masi ada 9 juta blanko lagi," ungkapnya.
Zudan juga menegaskan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, peningkatan kualitas pelayanan harus diperhatikan.
"Pelayanan harus 1 jam sampai dengan 1 hari di kabupaten/kota. Penyelesaian dokumen harus 1 jam - 1 hari di kabupaten/kota bagi penduduk. Kabupaten/kota dan dinas wajib memberikan dukungan SDM dan sarana prasarana untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan tersebut," jelasnya.
Sedangkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, pencatatatan di Jawa Barat mencapai 99 persen. Sejumlah data yang ganda juga sudah diperbaiki.
"Nantinya ingin data kependudukan disandingkan dengan Bappeda sehingga semua OPD akan mengacu ke data itu agar tepat sasaran," jelas Aher.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah lama menggunakan prinsip jemput bola agar bisa lebih mempermudah perekaman. Aparat kewilayahan datang langsung ke rumah warga merekam e-KTP.
"Program perekaman e-KTP tersebut sudah berjalan sejak 2017 lalu. Sampai Maret 2018, sekitar 40 persen ajuan warga sudah dilayani secara langsung di rumah masing-masing. Tujuannya adalah untuk mempermudah warga untuk perekaman e-KTP," papar Dadang.
Ia juga menegaskan, dengan data kependudukan yang akurat maka akurasi penyebaran pendidikan serta kurangnya angka partisipasi pendidikan bisa terlihat. Sehingga Pemkot Bandung bisa memberikan perhatian khusus.
"Harapannya akurasi pendataan penduduk akan bisa dipertahankan sehingga kontinuitas pemerataan pembangunan serta validitas data dapat dijaga. Terutama pada masa Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 ini," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak