Pilkada, Pemkot Bandung gencarkan pendidikan politik pada pemilih pemula


Ilustrasi Pilkada
Bandung.merdeka.com - Pemkot Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggencarkan pendidikan politik untuk pemilih pemula dalam menghadapi gelaran Pilkada serentak 2018 ini. Pembinaan kelompok pemula ini untuk meningkatkan kesadaran mereka agar menggunakan hak pilihnya.
Untuk diketahui, jumlah pemilih pemula di Kota Bandung sendiri yakni sebanyak 153.006 atau 9,27 dari total 1.650.333 pemilik hak suara berdasarkan Data Pemilih Sementara (DPS).
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kesbangpol Kota Bandung, Iwan Hernawan, mengatakan berkaca dari Pemilihan Wali Kota Bandung Tahun 2013 lalu, tingkat partisipasi warga Bandung yakni 60,47 persen warga yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya.
Selain itu, pembinaan ini untuk mengantisipasi adanya penyebaran isu-isu palsu (hoax) yang berpotensi mengganggu kondusivitas masyarakat. Pemkot Bandung tak ingin ada berita hoax yang tersebar khususnya di kalangan pemilih pemula.
"Ada banyak jejaring di Kota Bandung yang kami manfaatkan. Jejaring itu kuat sampai ke tingkat RW. Jaringan dan mitra strategis ini berupaya misalnya kalau ada yang menyebarkan informasi negatif tentang kebijakan pemerintah, kami mudah mencari data info di jaringan intel daerah," kata Iwan kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).
Ditambahkan Kepala Subbidang Politik Dalam Negeri, Teguh Haris Pathon, penyebaran hoax di kalangan pemilih pemula sangat mungkin terjadi. Penggunaan media sosial yang aktif dilakukan oleh penduduk usia pemuda memudahkan penyebaran informasi yang masif.
"Oleh karena itu kita sering mengadakan sosialisasi dan pendidikan politik ke pemilih pemula. Di sana kita sampaikan agar jangan terbawa isu yang tidak benar dan tidak jelas," katanya.
Kendati belum ada informasi hoax yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusivitas masyarakat, Kesbangpol tetap terus berupaya mengantisipasi. Sejak Maret lalu, upaya sosialisasi terus digelar di beberapa daerah, termasuk di sekolah dan perguruan tinggi.
"Sejauh ini memang tidak ada informasi-informasi hoax yang menyudutkan salah satu pasangan calon wali kota atau wakil wali kota. Tapi kita tetap waspada dan antisipasi," ujarnya.
Di samping pemilih pemula, Kesbangpol juga memberikan perhatian kepada pemilih difabel yang berjumlah 1.571 orang di Kota Bandung. Pembinaan dilakukan untuk memastikan mereka menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni 2018 mendatang. "Target 2018 partisipasi pemilih naik menjadi 78 persen," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak