Dubes Swiss nilai pendidikan merupakan pondasi terkuat yang bisa mengubah dunia

user
Endang Saputra 07 April 2018, 15:13 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) mewisuda 567 lulusan Sarjana dari 12 Fakultas di gedung Sasana Budaya Ganesa, Sabtu (7/4). Dalam upacara wisuda hari ini, turut hadir Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN H.E. Yvonne Baumann. Yvonne hadir untuk memberikan pidato pembukaan kepada para wisudawan.

Dia menyebut bahwa pendidikan merupakan hal yang paling penting. Menurutnya, pendidikan merupakan pondasi terkuat yang bisa mengubah dunia.

Yvonne mencontohkan kesuksesan seorang ilmuwan yang baru-baru ini meninggal dunia, yaitu Stephen Hawking. Dengan kondisi fisiknya yang demikian, Hawking berhasil membawa perubahan pada dunia dengan melakukan penelitian-penelitian di bidang kosmologi.

Hal ini membuktikan bahwa dengan pendidikan, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Zaman sekarang, belajar menjadi lebih mudah dengan adanya teknolgi seperti internet, laptop, smartphone. Edukasi dapat digunakan untuk menyelesaikan sejumlah masalah melalui penguasaan teknologi, khususnya menanggulangi hoaks.

"Saat ini pun dunia menjadi lebih damai berkat pendidikan.Pendidikan mengubah dunia. Apapun yang dilakukan, gelar apapun yang diraih, itulah kekuatan kita," ujarnya seperti dikutip dari laman itb.ac.id.

Dia pun memuji Indonesia sebagai salah satu negara dengan transformasi demokrasi terbaik. Hal ini tak lepas dari peran perguruan tinggi di Indonesia, termasuk ITB yang telah mencetak para lulusan terbaik.

"Hal yang indah tentang belajar adalah setiap orang dapat mengambilnya dari Anda. Karena selalu ada sesuatu yang dapat Anda lakukan," ungkapnya.

H.E Yvonne Baumann merupakan salah satu duta besar yang pernah hadir dalam Sidang Terbuka Wisuda ITB. Sebelumnya, pada Wisuda Pertama ITB bulan Oktober 2017 lalu, Duta Besar Perancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Jean-Charles Berthonnet, juga pernah memberikan commencement speech untuk para wisudawan ITB. Begitu pula dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Moazzam Malik, yang memberikan pidato pada Wisuda Pertama bulan April 2017 lalu.

Wisudawan asing

Satu hari sebelumnya, jumat (6/4), ITB juga meluluskan 2 orang wisudawan asing dari 867 wisudawan magister dan doktor.

"Sebenarnya ada 10 mahasiswa asing yang lulus pada periode ini, namun hanya dua orang yang ikut wisuda. Sepuluh itu datang dari Malaysia, Laos, Libya, Nigeria, Republik Ceko, Uganda, China, dan Korea Selatan " ujar Samitha Dewi Djajanti, Direktur Humas dan Alumni ITB.

Di antaranya adalah Nakanwagi Orashida, wisudawan dari Uganda, menempuh studi S2-nya di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

"Saya datang untuk melajutkan sekolah di ITB. Saya menjadi mahasiswa S2 Perencanaan Wilayah dan Kota. Hari ini saya wisuda dan saya sangat senang karena itu," ujar Nakanwagi Orashida.

Saat ditanya mengenai studinya selama di ITB, perempuan yang biasa disapa Rashida ini memberikan kesan-kesannya. "ITB telah menjadi perguruan tinggi yang baik untuk pengalaman akademis saya".

ITB sejauh ini yang terbaik. "Saya bertemu dengan banyak dosen yang baik, ulung, dan berpengetahuan luas dari fakultas saya. Mereka sangat mudah didekati, terbuka pada setiap orang, kita bisa konsultasi pada mereka kapan saja dan mereka memberikan feedback langsung. Mereka memastikan kita mengerti apa yang kamu lakukan. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini". Selama tinggal di Bandung, Rashida mengaku senang dengan keramahan orang-orang Bandung.

Kredit

Bagikan