BCI sebut ada 2 persen masyarakat Indonesia mengidap gangguan bipolar

user
Endang Saputra 02 April 2018, 11:35 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Ketua Bipolar Care Indonesia (BCI) simpul Bandung, Andri Suratman mengatakan bahwa sesuai data yang dihimpun oleh BCI, sebanyak dua persen masyarakat Indonesia yang mengidap gangguan mood atau lebih dikenal dengan bipolar disorder.

"Jumlah dua persen itu setara dengan 72.860 orang yang mengidap gangguan bipolar," ujar Andri kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara talkshow 'Bentengi Stigma Dengan Dukungan Keluarga' di Auditorium Balaikota, Minggu (1/4).

Jumlah tersebut terbilang lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Jumlah lebih besar rupanya ada di Australia. Jumlah orang yang mengidap gangguan bipolar mencapai 45 persen.

"Kita sebenarnya enggak punya data rinci, hanya saja menurut data kami punya Australia itu jumlah pengidap gangguan bipolarnya mencapai 45 persen dari jumlah masyarakat yang ada," papar dia.

Seseorang yang terkena gangguan bipolar ini, kata dia, bisa terjadi karena kehidupan sehari-hari yang cenderung individualis. Dengan begitu, mereka tak memiliki tempat untuk mencurahkan keluh kesah dan cenderung dipendam sendiri.

Sementara itu, gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi.

Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Hingga saat ini masih banyak orang yang terasa asing dengan gangguan bipolar. Untuk itu, BCI secara konsisten mengedukasi masyarakat untuk lebih paham mengenai gangguan bipolar. Salah satu acaranya adalah dengan menggelar talkshow dalam rangka World Bipolar Day (WBD) atau Hari peringatan Bipolar Dunia diperingati setiap 30 Maret setiap tahunnya.

Peringatan ini disesuaikan dengan hari lahirnya Vincent Van Gogh, yaitu pelukis terkenal di mancanegara yang juga mengidap Bipolar Disorder. Survivor bipolar sangat membutuhkan dukungan dengan adanya support system yang baik dari keluarga, survivor akan lebih kuat dan bisa menjaga kondisi moodnya.

Namun, masih banyak keluarga yang acuh, tidak menerima, atau malah tidak mengakui ketika anggota keluarganya memiliki gangguan bipolar. Tujuan diadakannya acara ini adalah bisa mengurangi stigma yang ada di masyrakat pada umumnya mengenai ODB atau orang dengan masalah kejiwaan.

Komunitas BCI simpul Bandung memperingatinya dengan cara memberikan edukasi kepada orang tua, khususnya orang tua penderita ODB. Bipolar adalah sebuah sebuah penyakit mental yang menyerang otak manusia yang mengakibatkan perubahan mood, energi, level aktivitas, dan kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari.

Perubahan siklus mood antara mania dan depresi membuat para ODB sulit untuk mengontrol emosi yang ada di dalam dirinya. Peringatan WBD dari Komunitas BCI simpul Bandung diadakan dengan beberapa kegiatan, di antaranya aksi damai yang telah dilakukan pada Sabtu (30/3).

Kredit

Bagikan