Dinas Kesehatan catat ada 9.632 kasus TBC di Kota Bandung

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita
Bandung.merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat ada 9.632 kasus tuberkulosis (TB) di Kota Bandung hingga saat ini. Para penderita TB ini tersebar merata hampir di seluruh wilayah di Kota Bandung.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita saat peringatan Hari TB Sedunia (HTBS) di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (28/3).
Menurut Rita, dari 100 ribu penduduk warga Bandung, ada 399 penderita tuberkulosis.
"Sehingga di Kota Bandung sampai saat ini kasus yang yang ada adalah sebanyak 9.632. Dengan kasus yang dilaporkan adalah sebanyak 399 per 100 ribu penduduk. Jadi di Kota Bandung ini di dalam 100 ribu penduduk itu sebetulnya harus bisa ditemukan sebanyak 399 kasus," ujar Rita.
Dia mengatakan, para penderita TB ini hampir tersebar merata di seluruh kecamatan di Kota Bandung. Terkait faktor penyebab, Rita menyebut bahwa faktor lingkungan membawa andil besar terkait penyakit yang diakibatkan mycobacterium tuberkulosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.
"Jadi hampir merata semua kecamatan ada. Penderitanya variasi dari mulai anak-anak sampai orang tua. Untuk faktor penyebabnya faktor lingkungan jelas. Kemudian juga biasanya di daerah daerah yang padat, crowded, pemukiman pemukiman dengan ventilasi yang kurang baik sehingga kelembapannya tingggi pencahayaan juga kurang baik," kata dia.
Untuk penanganan penderita TB sendiri, Rita mengungkapkan bahwa di Kota Bandung menggunakan metode DOTS
(Directly Observed Treatment Short-course). Hal ini sesuai dengan program dari pemerintah pusat terkait penanganan pasien TB.
"Memang itu program pusat bahwa untuk pengobatan penyakit tbc ini dilakukan dengan metoda dots di mana memang untuk obat obatannya ini kami dapat dropping dari pusat. Sehingga tidak akan menyulitkan memang si obat obat ini sudah tersedia di fasilitas fasilitas pelayanan kesehatan," ungkapnya.
Selain itu lanjut Rita, pihaknya juga menggelar berbagai kampanye kepada masyarakat. Salah satu yakni lewat aksi TOS yang merupakan singkatan dari temukan tuberculosa, Obati sampai sembuh.
"Sesuai tema tahun ini adalah peduli TBC Indonesia sehat. Dengan aksi TOS itu, temukan tuberculosa, obati sampai sembuh. Dan di Kota Bandung kegiatan-kegiatan untuk TOS ini tentunya sudah dilaksanakan sejak lama," ucapnya.
Rita mengakui bahwa untuk pengobatan para penderita TB di Kota Bandung sendiri sampai saat ini baru mencapai 80 persen dari target 90 persen untuk pengobatan. Sehingga pihaknya berupaya untuk mengejar terget 10 persen para penderita TB ini.
"Untuk pengobatan targetnya kami 90 persen pada tahun ini. Masih ada kekurangan 10 persen yang harus kita kejar sehingga kami berkoordiansi bekerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk mengejar ini terkait pengobatan TBC ini. Harapannya tidak ada penderita penderita TBC yang memang gagal pengobatan itu yang kami harapkan. Untuk yang 10 persen itu karena ketidakdisiplinan yang bersangkutan (penderita) di dalam pengobatan dan lain sebagainya," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak