Proyek rumah deret, Pemkot Bandung akan koordinasi dengan warga

Warga tolak proyek rumah deret
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berkoordinasi dengan kewilayahan menindaklanjuti bentrok antar warga yang menolak dengan yang mendukung proyek rumah deret di Taman Sari. Koordinasi ini untuk menentukan kelanjutan pembangunan.
Plt Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Iming Ahmad, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kewilayahan untuk menghindari bentrokan serupa. Karena masih ada warga yang menolak proyek rumah deret di RW 11 Taman Sari.
"Kami akan melakukan konsolidasi dahulu dengan kewilayahan apakah bergerak dulu atau bagaimana nanti kami koordinasikan dulu supaya tetap kondusif," ujar Iming saat dihubungi, Rabu (7/3).
Ia menuturkan Pemkot akan kembali melakukan upaya persuasif kepada warga RW 11 Taman Sari yang menolak pembangunan rumah deret. Meskipun menurutnya sebagian besar warga sudah menyetujui pembangunan rumah deret.
Namun, kata Iming, pendekatan persuasif dimaksudkan untuk kembali memberikan pemahaman kepada warga tentang proyek ini. Bahwa rumah deret dihadirkan untuk mengatasi persoalan kekumuhan di wilayah tersebut.
"Yang masih nolak ada empat rumah. Namun demikian dengan adanya kejadian ini kita juga akan menahan diri. Harus ada pendekatan secara persuasif," kata dia.
Disinggung soal pembangunan yang dimulai meski masih ditolak, Iming mengungkapkan pada kesepakatan awal memang disepakati bahwa pembangunan tetap dilaksanakan sementara proses hukum juga dijalankan. Karenanya ia juga menyayangkan adanya bentrokan antar warga tersebut.
Sementara atas tindakan kekerasan yang terjadi, ia menyebut menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk menindaklanjuti.
"Ya kami hati-hati juga sama kronologis yang ada. Kan itu sedang ditangani aparat penegak hukum aparat kepolisian," ungkapnya.
Sebelumnya Warga RW 11 Taman Sari dan sejumlah mahasiswa mengaku mendapat tindakan kekerasan dari oknum ormas dan pihak kontraktor yang membangun proyek rumah deret. Warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran terlibat bentrok pada Selasa (6/3) malam. Atas kejadian itu, mereka menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung pada Rabu (7/3) siang.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak