Warga Bandung manfaatkan program kredit melati dengan jumlah pinjaman Rp 52 miliar

Kepala Bagian Ekonomi, Lusi Lesminingwati
Bandung.merdeka.com - Tingkat penyerapan produk kredit mikro yang diluncurkan oleh PD.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Bandung diklaim sudah cukup baik. Banyak warga Bandung yang telah memanfaatkan berbagai program kredit mikro yang digulirkan Pemkot Bandung lewat PD BPR.
Ketiga produk tersebut antara lain Kredit Melati (Melawan Rentenir), Kredit Bagja (Membangun Keluarga Sejahtera), dan Kredit Mesra (Mesjid Sejahtera).
Kepala Bagian Ekonomi, Lusi Lesminingwati mengatakan, ada 16 ribu nasabah Kredit Melati dengan nilai pinjaman Rp 52 miliar. Sementara itu Kredit Mesra yang diluncurkan 21 Agustus 2017 telah memiliki 274 nasabah dengan nilai pinjaman Rp 306 juta. Sedangkan Kredit Bagja yang baru diluncurkan 13 November 2017 telah dimanfaatkan oleh 24 nasabah dengan nilai kredit Rp 36 juta.
"Kalau kredit Bagja itu kan masih baru, dan sasarannya adalah ibu-ibu PKK atau kader Posyandu. Kredit itu diluncurkan dalam rangka membangun ketahanan keluarga," ujar Lusi kepada wartawan di Balai Kota Bandung.
Ia menyebut, Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah ketiga produk yang telah diluncurkan hanya 1,06 persen. Kredit Melati 1,06 persen, sementara Kredit Mesra dan Kredit Bagja 0 persen. Artinya, dana bergulir cukup baik di ketiga kredit tersebut.
Ketiga kredit mikro tersebut diluncurkan sebagai solusi atas permasalahan permodalan usaha untuk masyarakat. Kredit tanpa agunan itu diharapkan bisa meningkatkan angka wirausaha di Kota Bandung.
"Target kita 100 ribu wirausahawan baru yang disebar di lima OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," kata dia.
Oleh karenanya, masyarakat juga diharapkan bisa meningkatkan peluang usaha agar perekonomian warga terus meningkat. Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung berada di angka 7,8 persen, salah satu yang tertinggi di Indonesia. Lusi berharap, angka tersebut bisa meningkat di tahun 2018.
"Kami masih menunggu data BPS (Badan Pusat Statistik) Jawa Barat tentang angka ekonomi ini. Tetapi mudah-mudahan meningkat," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak