Lembaga riset veritas sebut pemerintahan Ridwan Kamil dinilai gagal

Direktur Lembaga Survei Veritas, Syahid Irfan Mubarok
Bandung.merdeka.com - Lembaga Riset Veritas merilis hasil survei laporan kinerja Pemkot Bandung selama periode 2013-2018. Hasilnya, Pemkot Bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil dinilai gagal mengatasi permasalahan utama Kota Bandung.
Survei ini diperoleh dari 320 responden yang mewakili populasi rumah tangga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Veritas menggunakan metode stratified systematic random sampling (cuplikan acak sistematis terstrata) dan multistage random sampling (cuplikan acak bertingkat). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang dilakukan petugas terlatih dan didampingi kuisioner terstruktur. Margin of eror 5,48 persen.
Direktur Lembaga Survei Veritas, Syahid Irfan Mubarok mengatakan, pemerintahan Ridwan kamil dinilai gagal karena terjadi ketidaksinkronan antara apa yang diharapkan mayoritas warga Bandung dengan apa yang dikerjakan pemkot Bandung. Utamanya untuk permasalahan yang diinginkan masyarakat belum teratasi.
"Walaupun agak berat mengatakan ini tetapi ini fakta di lapangan. Kenapa? Karena tidak sinkron apa yang diharapkan masyarakat dan apa yang dikerjakan Pemkot Bandung. Jadi keinginan publik tidak didengarkan. Yang dilakukan bukan prioritas yang diinginkan," ujar Syahid kepada awak media di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Kota Bandung, Kamis (8/2).
Menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan ada tiga permasalahan utama yang justru belum tertangani menurut masyarakat yakni ekonomi, kemacetan dan banjir.
Untuk masalah ekonomi, kata Syahid masyarakat mengaku sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu juga daya beli dan pendapatan yang tidak mengalami kemajuan signifikan.
"Kami bertanya, dibanding 5 tahun lalu periode Pak Dada Rosada, mayoritas pendapatan menurun 43,13 persen.
Jadi bisa disimpulkan mayoritas warga bandung tidak mengalami kemajuan secara ekonomi. Kemudian dibanding 5 tahun lalu apa tabungan meningkat tetap atau turun. Mayoritas tetap dan tidak menabung," katanya.
Sementara untuk masalah kemacetan lanjut Syahid, sebanyak 89 persen warga Bandung menilai kemacetan di Bandung semakin parah. Selain itu 62 persen masyarakat berpendapat bahwa masalah banjir belum teratasi selama lima tahun ini.
"Sebanyak 89 persen bilang kemacetan tidak teratasi. Ini bukan pendapat kami tetapi masyarakat yang merasakan di jalanan. Begitu juga masalah banjir. Sebanyak 62 persen itu masyarakat bependapat bahwa masalah banjir belum teratasi," katanya.
Namun demikian Syahid mengungkapkan bahwa banyak pula hal positif yang telah dilakukan pemerintaha Ridwan Kamil. Namun kebanyakan berupa pembangunan fisik seperti taman, dan sejumlah infrastruktur.
"Jadi alasan kami mengatakan Ridwan Kamil gagal, dia jalannya pembangunan fisik, indeks kebahagiaan. Tetapi yang diharapkan masyarakat bukan itu, seperti masalah ekonomi kemacetan dan banjir," ucapnya.
Untuk itu, dia memberikan rekomendasi kepada pemimpin Kota Bandung selanjutnya untuk fokus pada tiga hal tersebut. Sehingga kemajuan bukan hanya sekadar fisik namun juga kepada masyarakat.
"Ridwan Kamil ini kan selebgram, artis banyak followersnya. Â Nah kebapa sih Ridwan Kamil ini sebetulnya menurut kami gagal tapi mencitrakan sukses. Ini namanya politik gincu, citranya baik tapi masalahnya tidak terselsaikan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak