Bandung punya IPAL Komunal yang dibangun di bawah balai pertemuan warga


Wakil Wali Kota Bandung Oded M Daniel meresmikan IPAL Komunal
Bandung.merdeka.com - Kota Bandung kini memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal baru. IPAL yang terletak di Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, ini dibangun dari Bantuan Program Pemerintah Pusat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenperu) yang didanai Islamic Development Bank (IDB).
IPAL dibangun dengan dana sebesar Rp 425 juta dan diresmikan hari ini. Menurut Wakil Wali Kota Bandung Oded M Daniel, IPAL komunal dapat menampung limbah domestik untuk sekitar 150 sambungan rumah. Keberadaan IPAL ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sanitasi dan kebersihan di Kota Bandung.
"Dengan adanya IPAL Komunal ini, menjadi salah satu solusi bagi warga kawasan Cigending untuk lebih bersih. Ke depan tidak ada lagi warga yang membuang kotoran ke sungai," ujar Oded kepada wartawan, Senin (29/01).
Oded berharap, ke depannya IPAL Komunal dapat dibangun secara merata di Kota Bandung. Khususnya di kawasan kawasan yang dekat dengan sungai. Sehingga kotoran yang terbuang ke sungai bisa terminimalisir.
"IPAL komunal ini salah satu cara mengurangi sampah ke sungai. Insya Allah di Bandung akan dibangun di beberapa titik," katanya.
Sementara itu, Asisten Perencanaan dan Pemrograman CPMU Kementerian PUPR Arin Mulyadi, mengatakan IPAL Komunal di Cigending ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang mencanangkan tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah ke sungai pada 2019. Kota Bandung menjadi salah satu dari empat kota di Jawa Barat yang menjadi lokasi pembangunan IPAL Komunal ini.
"Di Jabar ada empat, yakni Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kota Cirebon. Jumlahnya disesuaikan dengan usulan dan minat dari masyarakatnya. Untuk satu kabupaten/kota setidaknya ada dua sampai tiga lokasi. Namun untuk tahun kemarin saja di Bandung ada 10 titik," katanya.
Menurut Arin, IPAL Komunal yang dibangun terbilang unik. Sebab dengan inovasi teknologi yang diterapkan, IPAL yang dibangun justru dibangun di bawah Balai Pertemuan. Meski dibangun di bawah fasilitas publik, tidak tercium bau ataupun hal-hal yang selama ini dianggap menjijikkan.
"Sudah banyak sekarang inovasinya, tidak perlu khawatir bau. Bahkan di Makassar karena minim lahan mereka membuat IPAL yang lokasinya di bawah jalan. Ini dibangun dengan rekayasa teknologi. Ada juga yang dibangun di bawah taman dan lain sebagainya," ucap Arin.
Arin mengatakan, dengan adanya IPAL komunal ini semua limbah domestik rumah tangga akan langsung masuk ke saluran sama. Sehingga meminimalisir perilaku warga membuang ke sungai.
"Saat ini Sungai telah tercemar oleh limbah domestik, karena dari rumah ini WC enggak pakai septictank tapi pake saluran pembuangan. Namun dengan IPAL Komunal ini, pipa yang ada di toilet dari kamar mandi, cucian piring, masuk ke saluran yang sama," ungkapnya
Arin menambahkan, program ini dilaksanakan di 13 provinsi, 52 kota/kabupaten seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung total dana yang digelontorkan untuk program ini sebesar USD 100 juta dari dana pinjaman IDB.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak