Emil beberkan kebijakannya banyak berpihak pada perempuan


Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemkot Bandung telah banyak menggulirkan kebijakan dan program keberpihakan kepada perempuan. Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat membuka acara All About Woman yang digelar dalam rangka memeringati Hari Ibu ke 89 tingkat Kota Bandung di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Rabu (20/12).
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut salah satu keberpihakan Pemkot Bandung kepada perempuan yakni dengan hadirnya dinas khusus yang mengurusi perempuan yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
"Makanya ada dinas khusus namanya dinas pemberdayaan perempuan supaya keberpihakan dan kualitas hidup perempuan ini tidak ada bedanya," ujar Emil yang hadir dengan mengenakan pakaian adat Sunda.
Download Aplikasi Merdeka.com di Android Play Store
Â
Emil mengungkapkan, di jajaran pejabat pemerintahan pihaknya juga banyak menempatkan perempuan. Keterwakilan perempuan di jajaran pejabat pemerintahan di Kota Bandung sudah melebihi dari yang diisyaratkan Komnas HAM sebesar 30 persen.
"Di Pemkot Bandung tolong dicatat kemarin kenapa salah satunya mendapat poin kota ramah HAM, karena keterwakilan perempuan di jajaran pejabat pemerintahan sudah melebihi dari yang disyaratkan. Komnas HAM mensyaratkan 30 persen, sementara pemerintah kota bandung sudah 38 persen," katanya.
Selain itu, lanjut Emil, ada beragam program perlindungan untuk kaum perempuan terus digulirkan. Salah satunya di bidang kesehatan.
"Perlindungan-perlindungan kesehatan untuk perempuan ini kan membuat tahun 2017 ini kasus kematian ibu turun 30 an persen. Kemudian kematian bayi juga turun 30 an persen," ucapnya.
Emil mengatakan, pihaknya juga pada tahun ini menggunakan instrumen di PKK untuk menyukseskan program kredit keluarga sejahtera. "Jadi lewat program ini, tidak boleh lagi ada rentenir kemiskinan. Nah si agen-agen perubahannya itu si perempuan. Kalau ini dilaksanakan masyarakat sejahtera, IPM kita bisa naik ya. Sekarang IPM ekonominya masih 70, pendidikan sudah 90, kesehatan 80,"jelasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak