Kapolda: Siapapun yang menentang Pancasila silakan hengkang dari Jabar


Apel kebangsaan di Kapolda Jabar
Bandung.merdeka.com - Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Mapolda Jabar untuk mengikuti apel kebangsaan NKRI, Selasa (23/5). Apel kebangsaan ini digelar sebagai bentuk komitmen untuk kembali menguatkan Pancasila sebagai ideologi yang sudah final di Indonesia.
Apel kebangsaan dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan. Turut hadir sejumlah pimpinan di Jabar diantaranya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra, Kajati Jabar Setia Untung Arimuladi, hingga Sukmawati Soekarnoputri.
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan ormas serta beragam komunitas otomotif di Jabar.
Di hadapan para peserta, Anton mengatakan, apel kebangsan ini digelar untuk menguatkan kembali komitmen tentang empat pilar kebangsaan terutama Pancasila.
"Jadi ketika kita berbicara tentang ideologi hanya satu, Pancasila. Tidak ada yang lain. Mungkin kita bisa berbeda suku, agama, kita bisa berbeda beda tapi tentang ideologi hanya satu," ujar Jenderal bintang dua ini.
Anton menegaskan bahwa pihaknya siap melawan orang-orang yang anti terhadap Pancasila. Anton mempersilakan kepada kelompok atau individu yang anti terhadap Pancasila untuk keluar dari Jawa Barat.
"Siapapun juga yang menentang Pancasila silakan hengkang dari Jawa Barat," ucapnya.
Terlebih lagi, kata Anton, saat ini akan memasuki bulan Ramadan. Sehingga semua elemen masyarakat harus sama-sama menjaga kondusivitas di Jabar.
"Mudah-mudahan dengan adanya komitmen bersama ini kita bisa menyatukan kembali tekad kita tentang ke-Indonesiaan. Dan mudah-mudahan dengan adanya komitmen kita ini nanti Ramadan itu bisa kondusif bisa aman. Sehingga seluruh masyarakat Jabar bisa melaksakan bulan suci Ramadan dengan aman dan tenang," ungkapnya.
Di tempat sama, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI M. Herindra menegaskan, Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah tidak perlu diperdebatkan lagi.
"Pancasila itu sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Intinya kita ingin masyarakat Jawa Barat bersatu dalam rangka memperkokoh nilai-nilai kebangsaan," katanya.
Herindra meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah belah kesatuan bangsa.
"Sekali lagi mari kita pererat persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar. Musuh kita adalah orang-orang yang berupaya mengadu domba bangsa Indonesia kita," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak