Ini cara Ridwan Kamil bikin tarif LRT Metro Kapsul murah


Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung terus mengebut rencana pembangunan LRT Metro Kapsul yang akan dibangun pada tahun ini. Selain urusan perizinan, Pemkot Bandung juga mulai menjajaki kerja sama untuk urusan kemitraan.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, untuk investasi transportasi pasti disubsidi oleh pemerintah. Untuk itu dirinya mengarahkan untuk membangun kemitraan dengan PT PP melalui skema bisnis.
"Tidak ada investasi transportasi yang hanya mengandalkan harga tiket, di seluruh dunia juga tidak ada, pasti ada subsidi pemerintah. Jadi metro kapsul juga kalau tidak ada subsidi harga tiketnya pasti mahal kan, dan warga gak akan pakai kan. Nah subsidinya bisa dua datang dari APBD atau dari sebuah skema bisnis. Nah Saya arahkan jangan pakai uang APBD kalau bisa, diarahkan pakai skema bisnis," ujar Ridwan kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Rabu (17/5).
Pria yang akrab disapa Emil itu menyebut, kerja sama tersebut akan melibatkan BUMD. Hasil profit dari kerja sama tersebut selanjutnya digunakan untuk pemberian subsidi.
"Akhirnya, nanti yang akan mengerjakan metro kapsul silakan bermitra dengan BUMD-BUMD di Bandung melakukan kerja sama bisnis yang baik, sesuai aturan, regulasi. Nah nanti hasil dari profitnya itu bisa dipakai mensubsidi harga tiket dari transportasi. Jadi semuanya bahagia, tiketnya murah, subsidi pemerintah ada tapi bukan dari APBD dari urusan bisnis, nanti BUMD-nya terserah mana saja. Misal dengan PD Pasar, bisa dengan PDAM," ungkapnya.
Kerja sama tersebut, kata Emil, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan aset milik BUMD.
"Intinya manfaatkan aset yang ada di Bandung dari pada nganggur, silakan dimanfaatkan yang hasilnya untuk kepentingan publik," ucapnya.
Dengan adanya kerja sama tersebut, mekanisme ini akan menguntungkan semua pihak. Warga akan mendapatkan tiket terjangkau, pemerintah pun tidak perlu mengeluarkan dana APBD. Di samping itu, ada proses bisnis yang menguntungkan antara BUMN dan BUMD.
"Harga tiket bisa Rp 7-10 ribu, segitu masih oke. Tapi kalau enggak pakai subsidi bisa sampai 20 ribu," ujarnya.
Sementara itu Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Ervan Maksum menambahkan, proses bisnis ini perlu dilakukan, utamanya untuk meningkatkan valuasi dan pendapatan pasar. Saat ini, PD Pasar Bermartabat memiliki banyak aset di beberapa titik, baik berupa lahan maupun fasilitas. Aset-aset tersebut lantas akan dikerjasamakan untuk kepentingan kedua belah pihak.
"Pasar itu bukan cuma ada di ruangan kosong, dia kan bisa tumbuh ketika dia berkoneksi dengan jalan. Kalau macet bisa jadi tidak laku lagi," katanya.
Menurut dia, pasar yang terkoneksi dengan akses transportasi akan memiliki nilai tambah. Sebagai wadah pertemuan ekonomi, pasar membutuhkan dukungan transportasi memadai untuk membuka jalur akses konsumen untuk datang. Sebaliknya, jika tidak ada didukung dengan akses tersebut, pasar akan sulit bertahan.
Pada pembangunan moda transportasi berbasis rel ini, metro kapsul akan melewati jalur-jalur ekonomi tersibuk di Kota Bandung. Beberapa titik stasiun rencananya akan dibangun di lahan milik PD Pasar Bermartabat. Di stasiun-stasiun tersebut, pengembang akan menciptakan ruang-ruang ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan negara maupun sarana pengembangan ekonomi masyarakat.
"Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita meningkatkan utilisasi pasar ini untuk menumbuhkan pasar agar disenangi orang dengan kerja sama yang akan kita lakukan sekarang," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak