Kapolda Jabar: Ormas ke DKI, jangan campuri rumah tangga orang lain


Bandung.merdeka.com - Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan melarang keras warganya untuk bertolak ke DKI Jakarta pada Pilgub DKI yang dilangsungkan Rabu 19 April. Sebagai antisipasi adanya pergerakan massa, pihaknya menyekat langsung 39 titik di wilayah hukumnya dengan mengerahkan personel kepolisian dan TNI.
"Tentu saja seluruh titik akses yang perbatasan dengan Jabar baik yang datang dari Purwakarta dan daerah lainnya maupun masuk lewat tol. Semua sudah kita antisipasi. Ada 39 titik yang sudah kita antisipasi," kata Anton Charliyan.
Anton menyampaikannya usai pembacaan Maklumat Kapolda Jabar tentang Pilkada DKI, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (18/4). Hadir juga Pangdam III/Siliwangi Mayjen M Herindra.
Dia mengakui, mendapatkan informasi bakal adanya pergerakan massa ke DKI. Sehingga pihaknya melalui Maklumat itu melarang keras agar warganya tidak datang ke sana.
"Ada data beberapa elemen ormas yang mengatasnamakan organisasi mau datang ke sana. Setelah kita rapatkan dengan TNI Polri akhirnya kita memutuskan agar masyarakat Jabar sebagai masyarakat yang tahu etika enggak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain dalam alasan apapun juga," terang mantan Kadiv Humas Mabes Polri tersebut.
Dia menyampaikan alasan mengapa melarang warganya untuk pergi ke DKI. Hal itu demi keselamatan masing-masing. "Jadi kita tidak larang ke Jakarta tapi bukan untuk tujuan politik. Karena akan menimbulkan gangguan ketertiban, Kita mencegah itu untuk agar tidak celaka. Kalau kemudian terjadi apa-apa polisi disalahkan. Janganlah yah," tandasnya.
Herindra menyatakan, pada warganya untuk beraktivitas biasa di wilayahnya masing-masing. Sehingga tidak ada urusannya jika harus datang ke DKI hanya untuk kepentingan politik. "Lebih main di sini saja main-main ke mal ketimbang harus ke Jakarta," lanjut dia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jika ada warganya kedapatan yang kekeuh bertolak ke DKI itu akan dipulangkan langsung. ‎Sebab seluruh kepolisian sudah bersiaga baik itu dijalur arteri maupun gate tol. "Kita ini berlapis. Misalkan dia lolos di satu daerah, ya akan ada di daerah lain sampai Karawang sana. Kita pulangkan kalau ketahuan," tandasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak