Pemkot Bandung akan gratiskan PBB untuk warga miskin


Oded M Daniel
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung berencana untuk menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk warga miskin. Saat ini Pemkot Bandung masih menggodok aturan tersebut. Dengan adanya aturan tersebut nantinya warga miskin tidak perlu lagi membayar PBB.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial saat acara Sosialisasi PBB di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Selasa (14/3).
"Sosialisasi dilakukan dari kepala BPPD (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) ya, untuk menyampaikan tentang urgensi PBB dalam pembangunan Kota Bandung. Tadi Pak Ema (Kepala BPPD) menyampaikan memang ada beberapa warga masyarakat yang belum beruntung itu. Kita punya kebijakan insyaallah dibebaskan," ujar Oded.
Oded mengatakan, pembebasan pajak PBB untuk warga miskin ini sebagai bentuk perhatian pemerintah. Terutama terkait kesejahteraan warga maskin.
"Itu kan nilainya cuman sekitar Rp 5 miliar (PBB dari warga miskin). Karena Rp 5 miliar Saya kira karena kita punya tugas utama pemerintah hadir itu adalah untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat kepada yang belum beruntung tadi ya kita akan bebaskan," katanya.
Sebagai gantinya lanjut Oded, pihaknya berencana menerapkan subsidi silang. Masyarakat untuk kalangan ekonomi menengah ke atas akan dinaikan besaran NJOP-nya. Namun tetap hal itu tetap berdasarkan zona-zona yang telah ditetapkan pemerintah.
"Ini supaya ada subsidi silang ya, keseimbanganlah antara apa namanya yang berkurang tadi dengan potensi kelebihan ekonomi seperti itu. Semua tidak dibatasi orang kaya orang biasa, tapi itu dilihat dari sisi zona ya. Kalau zona di asia afrika itu kan kenapa, itu supaya dengan pola seperti itu diharapkan kita bisa menghadirkan keadilan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPPD Kota Bandung Ema Sumarna menambahkan, berdasarkan data tercatat ada 63.238 kepala keluarga miskin di Bandung. Terkait rencana pembebasan PBB ini pihaknya tetap menetapkan kriteria berdasarkan aturan yang tertuang dalam Perwal.
"Nah kalau kita pendekatannya ukuran miskin dari perwal yang ada di kota ukurannya itu 8 meter persegi ke bawah," katanya.
Menurut Ema, apabila kebijakan ini akan diambil oleh Wali Kota, pihaknya akan melakukan verifikasi kembali. Hal ini untuk mendapatkan data akurat terkait kenyataan di lapangan.
"Jangan sampai nanti orang itu mengaku ngaku miskin, itu tidak boleh. Namanya keadilan proporsional itu harus ada keseimbangan. Yang kaya memperhatikan yang kurang beruntung, yang beruntung mendapatkan layanan proteksi apapun dari kebijakan yang dikeluarkan kepala daerah. Kebijakan itu adalah ranah pimpinan. Tentu yang akan men-declaire adalah pak wali kota dan pak wakil wali kota," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak