Data seluruh objek pajak PBB, BPPD Bandung akan laksanakan sensus PBB


Apep Insan Parid
Bandung.merdeka.com - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung tahun ini akan melaksanakan sensus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke seluruh wilayah Kota Bandung. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi data PBB agar pendataan pajak menjadi lebih valid.
Kepala Bidang Pengendalian Pajak BPPD Kota Bandung Apep Insan Parid, mengatakan banyaknya data Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang tercatat ganda menjadi alasan dilakukannya sensus PBB. Menurut dia, dengan banyaknya data SPPT ganda ini akan berpengaruh terhadap data perolehan pajak yang berasal dari PBB Kota Bandung.
"Program ini bertujuan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh ke seluruh objek pajak PBB. Maka kepada seluruh warga Bandung siap-siap aja kedatangan surveyor dari BPPD," ujar Apep kepada wartawan di Balai Kota Bandung, (7/2).
Apep menjelaskan, saat ini jumlah total SPPT yang terdaftar di BPPD Kota Bandung berjumlah 550.000 buah. Namun Apep tidak dapat memprediksi berapa jumlah SPPT yang ganda atau bermasalah.
Guna melaksanakan sensus tersebut, BPPD Kota Bandung akan merekrut kurang lebih 2000 orang sebagai surveyor. Tim ini akan disebar ke seluruh wilayah kota di 30 kecamatan. Mereka akan berkerja selama tiga bulan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh objak PBB.
Usai pendataan PBB ini, Apep memperkirakan akan ada penurunan jumlah SPPT. Namun pihaknya tidak khawatir akan terjadi penurunan angka dalam perolehan pajak dari PBB karena BPPD telah melakukan penyesuaian pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penyesuaian ini akan berpengaruh terhadap raihan pajak. Tahun lalu, target raihan PBB adalah sebesar Rp 415 miliar. Sementara tahun ini, targetnya naik cukup signifikan, yakni sebesar Rp 578 miliar.
Oleh karena itu, Apep mengingatkan kepada masyarakat agar segala perubahan atas data pemanfaatan tanah dan bangunan selalu dilaporkan kepada pemerintah.
"Saya sangat mengharapkan peran serta aktif masyarakat. Kalau ada perubahan data, tolong dilaporkan ke kami," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak