Pemkot Bandung tingkatkan kapasitas ASN agar kian berintegritas


Ilustrasi PNS
Bandung.merdeka.com - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung berupaya mengembangkan kemampuan aparat sipil negara (ASN). Berbagai program dirancang antara lain peningkatan kapasitas atau kompetensi ASN.
"Program ini harus tercapai agar sesuai dengan visi misi BKPP, seluruh ASN bisa memiliki integritas yang baik," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung Atet Dedi Handiman, Sabtu (4/3).
Untuk meningkatkan kompetensi tentunya BKPP melaksanakan diklat, kemampuan skill para ASN yang ada di kota bandung. Diklat ini wajib diikuti setiap ASN pada saat menduduki jabatan agar integritas dan kinerjanya sesuai dengan harapan.
Adapun terkait peningkatan kompetensi yaitu melalui diklat teknis fugsional skill seseorang melaksanakan tupoksinya. "Kegiatan itu dilakukan agar orang tersebut lebih kompeten melaksanakan tugasnya," kata Atet.
Ditambahkan Atet, untuk teknis pendidikan formal yaitu peningkatan kompetensi atau kapasitas kepegawaian melalui ini ijin belajar dan tugas belajar. Seperti sekolah dari D1 - S3 yang berbeda beda biayanya mulai dari APBD, APBN dan biaya sendiri.
"Jika dibiayai APBD seperti dokter spesialis. Alasan membiayai dokter, karena di bandung sulit untuk mendapatkan dokter spesialis. Sehingga kami membiayainya," ujarnya.
Lebih lanjut Atet mengatakan, pada tahun ini BKPP akan menggelar diklat sikap mental. Tujuannya diadakan sikap mental agar menguatkan mental setiap ASN di Kota Bandung.
Pemkot juga memberlakukan Reward dan Punishment, untuk memotivasi kinerja yang dituntut masyarakat pelayanan yang optimal dari aparatur negara. Dalam hal ini BKPP Kota Bandung membangun system e-RK (Elektronik Remunerasi Kerja).
Sistem ini merupakan instrument untuk menghitung kinerja pegawai yang selanjutnya ditujukan agar remunerasi yang diberikan bagi setiap pegawai sesuai dengan kinerja yang diberikan bagi pemerintah daerah. Dengan kata lain penghargaan yang diberikan berupa tambahan penghasilan bagi pegawai negeri sipil yang bersangkutan diberikan secara proporsional.
"Sehingga, Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kinerja yang lebih baik akan diberikan reward berupa tambahan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan Pegawai Negeri Sipil yang berkinerja buruk," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak