Satpol PP tegaskan PKL Cicadas tidak boleh berjualan di trotoar


Ilustrasi Satpol PP
Bandung.merdeka.com - Kasatpol PP Kota Bandung Dadang Iriana mengatakan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) Cicadas di atas trotoar merupakan salah satu bentuk pelanggaran. Sebab tindakan pedagang yang menjadikan trotoar sebagai tempat untuk mendirikan lapak berjualan tidak sesuai peruntukan.
Menurut Dadang, trotoar yang dibangun diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan.
"Trotoar itu harus steril dari PKL. Apalagi sekarang Pak Wali Kota sudah melakukan penataan mulai dari pusat kota di Jalan Asia Afrika, Kosambi sampai Cicadas itu harus steril dari pedagang kaki lima," ujar Dadang kepada wartawan di kantor Satpol PP Kota Bandung, Rabu (22/2).
Dadang mengaku telah melayangkan surat peringatan pertama kepada para pedagang pada 20 Februari 2017 untuk segera mengosongkan trotoar Cicadas. Peringatan ini sebagai bentuk ketegasan pemerintah kota dalam menata pedagang kaki lima. Terlebih lagi Pemkot Bandung telah menyiapkan tempat relokasi untuk para pedagang di lahan Bandung Trade Mall (BTM).
"Surat peringatan pertama dikeluarkan oleh Satpol PP karena kebutuhan yang sangat mendesak. Karena ini terjadi pelanggaran yang dilakukan bertahun tahun. Dengan mendirikan lapak di trotoar menjadi alasan mereka seakan pemkot melegalkan," katanya.
Dadang mengaku pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pedagang untuk mencari solusi. Pemkot akan melakukan pendekatan lebih humanis dengan pedagang.
Namun demikian, pihaknya akan tetap bersikap tegas mengimbau kepada pedagang untuk tidak berjualan di trotoar. Jika pedagang masih tidak menghiraukan surat peringatan pertama, pemkot akan melayangkan surat peringatan kedua. Begitu pun jika surat peringatan kedua tidak dihiraukan juga, surat peringatan ketiga dilayangkan, selanjutkan kalau masih bandel akan dibongkar.
"Penerbitan surat peringatan ketiga keluar 11 hari dari surat peringatan pertama atau awal pekan pertama bulan Maret. Dengan catatan ini komunikasi dengan Satgasus dan kita juga bicara pembinaan dulu. Jika mereka melakukan perlawanan, kita dibantu dengan jajaran TNI dan Polri akan melakukan tindakan di lapangan. Namun untuk lebih teknis komunikasi dengan pihak Satgasus," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak