Melihat Indonesia 100 tahun lalu dari kacamata warga Jepang


Bandung.merdeka.com - Di balik penjajahan yang dilakukan Jepang di Indonesia pada zaman dahulu, ada banyak cerita tak terungkap. Salah satunya adalah kisah masyarakat Jepang di Indonesia pada 100 tahun silam. Banyak yang tak tahu cerita tentang pandangan Indonesia di mata masyarakat Jepang kala itu.
Adalah Aoki Sumio, warga Jepang yang mengemas cerita perihal Indonesia di mata masyarakat Jepang pada era Hindia Belanda 100 tahun lalu. Uniknya, kisah yang dituangkan oleh Guru Besar Fakultas Hubungan Internasional Chubu University Jepang itu diceritakan lewat kartu pos bergambar foto.
Aoki berujar, sejak lama dirinya mencoba mencari tahu dan menggali informasi soal Indonesia. Satu hal yang ia ketahui setelah menggali beragam informasi, bahwa ada hubungan sejarah yang belum terungkap selama ini dan justru sangat menarik bila diceritakan saat ini lewat sebuah buku.
"Banyak sekali sejarah Indonesia soal Jepang tapi tidak terdokumentasikan dengan baik. Makanya selama lima tahun menanti, akhirnya buku dengan judul "Indonesia Di Mata Masyarakat Jepang Di Hindia Belanda 100 Tahun Yang Lalu Dalam Kartu Pos Bergambar Foto" sudah siap diluncurkan," ujar Aoki kepada Merdeka Bandung, Selasa (21/2).
Bekerjasama dengan Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Pajajaran sebagai penerjemah, buku yang akan resmi diluncurkan pada Jumat (24/2) mendatang itu dibuat dalam dua bahasa dalam satu buku yakni Indonesia dan Jepang.
Terdapat 288 halaman, di mana isi dari buku ini merupakan kisah perihal masyarakat Jepang di Indonesia 100 tahun lalu, perempuan Jepang di Indonesia 100 tahun lalu, kartu pos bergambar foto sebagai peninggalan Jepang 100 tahun yang lalu, dan gambaran masyarakat Jepang dalam kartu pos bergambar foto yakni peninggalan para ahli foto Jepang.
Kemudian ada pula Indonesia bagian timur, kartu pos bergambar foto di Sumatera, Jawa, Bali, serta kartu pos bergambar foto Indonesia yang dijual di Jepang.
Aoki menjelaskan, buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, tentang keberadaan orang Jepang diberbagai tempat di Indonesia 100 tahun lalu serta di mana mereka membentuk komunitas Jepang lokal dan mendirikan asosiasi orang Jepang dengan sebutan Nihonjinkai.
Bagian kedua menampilkan koleksi kartu pos bergambar foto pada zaman Hindia Belanda milik koleksi penulis sendiri. Foto berbagai tempat di Indonesia pada kartu pos tersebut dibuat oleh ahli foto orang Jepang dan toko-toko Jepang.
"Harapannya semoga buku ini mampu menambah halaman baru di dalam sejarah hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang," ujar pria yang pada tahun 1975 belajar bahasa Swahili di Kenya itu.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak