Profesionalisme dan kualitas anggota PMI harus ditingkatkan


Ridwan Kamil di acara PMI
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membuka acara Musyawarah Kota XIV Palang Merah Indonesia Kota Bandung Tahun 2017 di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Sabtu (18/2). Orang nomor satu di Kota Bandung ini menekankan agar PMI Kota Bandung selalu meningkatkan profesionalisme dan kualitas anggotanya.
"PMI harus senantiasa meningkatkan kapasitasnya, sebab organisasi ini tidak hanya berperan sebagai pengelola distribusi darah tetapi juga bergerak dalam bidang kemanusiaan lainnya. Untuk itu profesionalisme dan kualitas anggota PMI harus ditingkatkan," ujar Ridwan.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, agar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung senantiasa berinovasi agar kualitas pelayanan meningkat. Meskipun telah diapresiasi oleh Kepala Bidang Organisasi PMI Jawa Barat Caca Kuswara sebagai PMI terbaik di Jawa Barat, Emil tidak ingin jajarannya berpuas diri.
"Silakan tentukan PMI mana yang terbaik se-Indonesia, PMI Kota Bandung harus belajar ke sana," katanya.
Sebagai kepala daerah dan pelindung PMI Kota Bandung, Emil sendiri berkomitmen akan berupaya mendukung segala gagasan yang muncul dari PMI. Selama gagasan tersebut bisa dilaksanakan secara proporsional, ia mengatakan siap membantu.
"Jika persoalannya ada pada anggaran, saya mau membantu memperjuangkan itu," ucapnya.
Dilihat dari segi anggaran, Pemerintah Kota Bandung telah meningkatkan alokasi bantuan anggaran untuk PMI. Tahun 2015, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 4 miliar. Sementara itu di tahun 2016, angkanya meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai Rp 10 miliar.
"(Dana tersebut) sudah bisa dipergunakan untuk memfasilitasi jika ada gagasan dan inovasi-inovasi," katanya.
Emil menitipkan, dana yang besar tersebut harus sebanding dengan pelayanan yang semakin membaik. Perbaikan kualitas harus dirasakan oleh masyarakat. Jika memungkinkan, ia ingin seluruh pelayanan PMI digratiskan.
"Sehingga bisa dipahami oleh masyarakat bahwa PMI ini sisi kemanusiaannya yang menonjol, jangan terlihat seolah ada komersialisasi," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak