Emil: Jangan mengonsumsi berita yang tak jelas


Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk cermat mengonsumsi berita. Ia mengungkapkan, saat ini banyak beredar berita-berita palsu yang sengaja dibuat untuk memprovokasi, mengacaukan informasi, dan mengganggu kondusivitas masyarakat.
“Hari ini masalahnya bukan mencari informasi tetapi memilah informasi,” ujar Ridwan kepada warga Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Jumat (27/1).
Ia menggambarkan kondisi global saat ini di mana teknologi komunikasi dan informasi telah bergerak menuju era serba digital. Konektivitas dan aksebilitas terhadap berbagai jenis informasi menjadi semakin mudah. Hal itu menyebabkan arus informasi menjadi sangat deras, bahkan tak terbendung.
“Sekarang, orang biasa semacam kita sudah bisa membuat media sendiri. Valid dan tidaknya, kita yang tentukan,” katanya.
Karena itu, masyarakat harus mampu membentengi diri sendiri agar jangan sampai mudah terpengaruh oleh berita yang baru sekali dibaca. Ia mengajak warga untuk tabayyun atau memverifikasi berita-berita yang diterima dengan mengecek ke sumber-sumber terpercaya.
“Orang Bandung harus menjadi masyarakat yang tabayyun, jangan langsung percaya,” katanya.
Agar tidak mudah terprovokasi, Ridwan menyarankan warga untuk berpikiran jernih dan tidak mudah tersulut emosi. “Bentengnya dimulai dari kita, dimulai dari pikiran,” tegasnya.
Ia menyinggung soal pernyataan kepolisian yang menyebutkan bahwa dalam setahun ada 2700 laporan yang masuk dari seluruh Indonesia terkait pelanggaran pada Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik (UU ITE). Laporan tersebut meliputi pelanggaran di Pasal 27 tentang penghinaan, fitnah dan ujaran kebencian; dan Pasal 28 tentang kebencian SARA dan Pasal 29 tentang informasi yang disertai ancaman.
“Maka dari pada mengonsumsi berita yang tidak jelas, lebih baik bacalah berita menginspirasi dan jangan mengalimatkan emosi yang menyakitkan hati,” ucapnya.
Pemerintah kota telah berupaya untuk meningkatkan pembangunan mental spiritual warga dengan mencanangkan program-program sosial dan religius. Hal tersebut semata-mata agar masyarakat senantiasa dibentengi nilai-nilai agama yang membawa pesan-pesan kedamaian.
“Kuncinya, ukhuwah islamiyah kita tidak boleh goyah. Upayakan berita yang kita konsumsi adalah berita tentang kebenaran. Saya percaya bahwa orang Bandung adalah orang pintar, santun, dan religius,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak