PKL Cihampelas resah tak kebagian lapak di skywalk

Skywalk Cihampelas
Bandung.merdeka.com - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cihampelas mengaku resah dengan terus bertambahnya jumlah pedagang yang akan direlokasi ke skywalk Cihampelas. Pedagang yang mayoritas merupakan warga sekitar merasa resah lantaran sebagai pedagang yang biasa berjualan di Cihampelas akan tergusur dengan banyaknya pedagang yang jumlahnya terus bertambah.
Salah seorang pedagang, Agus (45) mengatakan berdasarkan hasil pendataan pertama yang dilakukan pada Februari 2016 lalu tercatat ada 192 pedagang yang akan direlokasi ke skywalk. Jumlah pedagang ini berasal dari dua kecamatan yakni Kecamatan Coblong dan Bandung Wetan. Bahkan sejak rencana pembangunan skywalk Cihampelas, semua pedagang diundang ke Pendopo untuk beraudiensi dengan Wali Kota Bandung.
"Kita tahu ada skywalk itu harus segera didata, makanya ada pendataan dari awal dengan perintah langsung dari kelurahan dan semua sudah didata," ujar Agus kepada wartawan saat ditemui di Jalan Cihampelas, Selasa (24/1)
Menurut Agus, lantaran ada keterlambatan pembangunan, kemudiann ada pendataan tahap kedua yang dilakukan oleh kecamatan. Saat pendataan kedua ini ternyata jumlah PKL yang mendaftar bertambah.
"Nah pendataan kedua ini kita sayangkan, karena dilakukan secara langsung di lapangan. Sehingga orang-orang yang tidak berjualan atau berjualan bisa mendaftar secara otomatis. Kita enggak tahu karena itu dua kecamatan dari Coblong dan Bandung Wetan, yang dari bawah akhirnya pada datang," kata Agus
Untuk itu, dia menyayangkan dengan adanya pendataan ulang tersebut. Sebab jumlah PKL menjadi bertambah. Dia khawatir PKL yang pertama mendaftar menjadi tidak kebagian karena terus bertambahnya pedagang yang mendaftar.
"Sebetulnya yang berjualan warga Kota Bandung khususnya warga setempat, yang memang sudah berjualan tahunan dan saya dengar masih ada lagi pendataan-pendataan juga, ini sampai kapan. Kemudian sosialisasi belum ada terus penempatan kita juga tidak tahu, malah pedagang bertanya kepada saya," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Adi (40). Dia meminta kepastian dari Pemkot Bandung terkait masalah tersebut.
"Kita minta penjelasan waktu sudah mepet kan, dengar-dengar tanggal 1 (relokasi ke skywalk) sementara pemerintah belum sosialisasi. Seharusnya pemberitahuan untuk pedagang sudah ada," kata dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak